Popular Posts

MASSA JENIS ATAU DENSITAS

Pasar Persaingan Sempurna

Alat Pengecil Ukuran

MANAJEMEN PEMASARAN - MARKETING 3.0

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Saya melakukan kunjungan ke museum of marketing 3.0 ini dikarenakan untuk menyelesaikan tugas manajemen pemasaran.
Museum of Marketing 3.0 dibangun oleh Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler untuk memberikan perkembangan marketing di Indonesia, dan prinsip-prinsipnya.
1.2  Tempat
Museum Of Marketing 3.0 , Ubud.
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian Marketing 1, Marketing 2, dan Marketing 3.
2.      Untuk mengetahui values-based matrix of marketing 3.
3.      Untuk mengetahui 10 kiat-kiat usaha dalam marketing 3.
4.      Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh yang sudah menerapkan sistem atau prinsip-prinsip marketing 3.
1.4  Manfaat
1.      Mengetahui pengertian Marketing 1, Marketing 2, dan Marketing 3.
2.      Mengetahui values-based matrix of marketing 3.0.
3.      Mengetahui 10 kiat-kiat usaha dalam marketing 3.
4.      Mengetahui tokoh-tokoh yang sudah menerapkan sistem atau prinsip-prinsip dari Marketing 3.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Marketing adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

2.1 Marketing ada tiga yaitu :
1.      Marketing 1
2.      Marketing 2
3.      Marketing 3
Marketing 1 menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah sistem marketing yang masih berorientasi semata-mata pada produk, yang artinya produsen hanya mementingkan produk saja tanpa mementingkan konsumen itu sendiri.
Marketing 2 atau lebih sering disebut customer oriented menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah sistem marketing yang sudah memikirkan konsumen. Yang pada marketing ini sudah ada segmentasi dan targeting akan keperluan konsumen.
Marketing 3 menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah marketing yang bernuansa human spirit atau values-driven. Disini produsen tidak hanya menjual produk saja tapi juga memikirkan customer serta alam. Menginspirasi para kompeni untuk melakukan good marketing, jadi dia mengejar triple buttom line yaitu people, planet, dan profit.

4.2  VALUES-BASED MATRIX OF MARKETING 3.0
( 

4.3  10 kiat-kiat usaha dalam marketing 3
1.      Cintai pelanggan Anda hormati pesaing Anda.
2.      Jadilah sensitif terhadap perubahan siap untuk mengubah.
3.      Jaga nama baik Anda tentang siapa Anda.
4.      Pelanggan yang beragam: pertama mereka yang bisa mendapatkan keuntungan besar dari Anda.
5.      Selalu menawarkan paket yang baik dengan harga afair.
6.      Selalu membuat diri tersedia, menyebarkan kabar baik.
7.      Dapatkan pelanggan Anda, menjaga dan menumbuhkannya.
8.      Apapun bisnis Anda, itu adalah bisnis jasa.
9.      Selalu memperbaiki proses bisnis Anda dalam hal kualitas, biaya, dan pengiriman.
10.  Mengumpulkan informasi yang relevan, tetapi menggunakan kebijaksanaan dalam membuat keputusan akhir Anda.
4.4  Sepuluh tokoh yang sudah menerapkan sistem marketing 3.0 :
1.      Anita Roddick
Dengan nama panjang Dame Anita Perella Roddick, lahir 23 Oktober 1942 di Littlehampton, Sussex, England dari keluarga imigran Yahudi-Italia. Beliau adalah wanita pengusaha asal Inggris, pendiri perusahaan kosmetik The Body Shop yang memproduksi dan menjual produk kecantikan dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Anita roddick ini menerapkan marketing 3.0, yang mementing konsumen dan lingkungan. Terbukti dari produk yang dia jual, yaitu produk kecantikan dari bahan alami yang baik untuk konsumen dan ramah lingkungan.
Beliau juga pada tahun 1990, Roddick membantu pendirian majalah The Big Issue yang keuntungan penjualannya digunakan untuk membantu tunawisma. Selain itu, Roddick mendirikan yayasan amal Children On The Edge untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung di Eropa Timur dan Asia. Roddick juga banyak membantu sejumlah organisasi amal termasuk Greenpeace. Pada bulan Februari 2007, Roddick mengumumkan dirinya menderita Hepatitis C menahun, dan mempromosikan yayasan Hepatitis C Trust, dan ikut serta melakukan kampanye penanggulangan Hepatitis

2.      Bill Gates
Dengan nama panjang William Henry Gates III, beliau adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.

3.      Jack Dorsey
Jack Dorsey yang tercatat sebagai salah satu pendiri bisnis situs jejaring sosial Twitter. Kini Dorsey lebih banyak menghabiskan waktunya untuk startup barunya, Square, yang menggarap bidang pembayaran online. Kedua perusahaannya itu sama-sama memiliki nilai valuasi yang mencapai miliaran dollar AS. Salah satu prinsip yang diyakini Dorsey ialah bahwa "hidup berada di persimpangan". Prinsip lain ialah bahwa pengembang seharusnya membangun teknologi yang akhirnya akan lenyap seiring dengn makin meleburnya teknologi itu dalam kehidupan manusia.

4.      Jeff Bezos
Jeff Bezos, yang  pada tahun 1994 pada umur 30 tahun merintis Amazon.com, situs terbesar dalam kelompok E-commerce dari garasi rumahnya. Beberapa langkah awal Jeff, untuk memulai usahanya yaitu : (1) Mengamati data statitisk perkembangan pengguna internet, untuk mengamati pasar & evaluasi pasar, (2) Menyusun 20 daftar produk terlaris di internet, (3) Menyusun strategi agar bisa mengalahkan superstor dari sisi jumlah koleksi buku secara online, (4) Merekrut orang yang tepat dan menjadikan bagiaan dari kepemilkan saham, (5) Menyusun web yg user friendly, (6) Mengembangkan member sehingga dalam 4 tahun saja ada 13 juta pelanggan, (7) Berorientasi kepada market share di 3 tahun pertama dan tidak nafsu mau untung dahulu, (8) Inovasi dari sisi koleksi, terutama yang langka, (9) Pengembangan ke berbagai negara, dengan pengamatan tren per negara.

5.      Ingvar Kamprad
Lahir 30 Maret 1926; umur 87 tahun) adalah seorang industrialis dari Swedia. Dia mendirikan IKEA, sebuah pengecer berantai furnitur rumah atau mebel berkelas dunia yang sudah dikenal sejak lama, pada 1943. Dalam bisnis tersebut, Kampard sempat jatuh bangun. Sebab, pesaing di bisnis itu sangatlah banyak. Tetapi jiwa bisnis yang telah dipupuk sejak belia membuatnya terus bertahan. Ia menggunakan strategi mempertahankan harga murah dengan kualitas yang prima. Untuk melebihi pesaingnya, Kampard membuat ruang pamer mebel dimana pelanggan dapat melihat-lihat kualitas produk yang diinginkannya dan desain-desain baru yang selalu dihadirkannya.
Strateginya sukses. Kesuksesan itu membuat Kampard mampu memperluas usahanya hingga keluar Swedia. Demi kemajuan usahanya, Kampard juga selalu berusaha menyediakan berbagai jenis desain dari banyak, seperti dari China, Vietnam, dan lain-lain. Berkat strategi penjualannya, IKEA menjadi sebuah perusahaan mebel raksasa yang memiliki lebih dari 200 outlet di 31 negara dan memiliki lebih dari 75 ribu pekerja.
Desain indah nan inovatif tersebut rupanya didukung oleh keberadaan yayasan sosial yang dibentuknya, Stichting INGKA Foundation. Di yayasan itu, ia mengembangkan pendidikan yang utamanya berhubungan dengan desain dan arsitek.


6.      Herb Kelleher
Herbert D Kelleher adalah pendiri Southwest Airlines, yakni maskapai berbiaya murah yang berbasis di Amerika Serikat. Tahun 1967, bersama dengan salah seorang kliennya, Herb mendirikan Southwest Airlines. Butuh lima tahun lamanya dan ia pun sering menghadapi litigasi yang berliku dari pesaing untuk mendapatkan Southwest keluar dari pengadilan dan mengudara pada Juni 1971. Visi seorang Herb dalam mendirikan maskapai saat itu adalah menghapus sejumlah pelayanan yang tidak diperlukan dan menggunakan bandar udara sekunder demi menawarkan harga penerbangan yang murah di industri saat itu.
Tidak lama kemudian, tepatnya tahun 1981, Herb menjadi Presiden dan CEO maskapai tersebut. Ia menjalankan perusahaan dengangayakepemimpinannya yang dinamis di antara karyawan-karyawannya. Usahanya tersebut membuahkan hasil. Southwest Airlines menjadi maskapai kelima terbesar di AS.
Tahun 2011, Southwest menjadi satu-satunya maskapai yang bisa menghasilkan keuntungan dalam 39 tahun berturut-turut. Terhadap pencapaian keuntungan tersebut, Fortune menilai, ini adalah sebuah prestasi yang tidak tertandingi dalam sejarah penerbangan AS. Herb berhasil memasang tarif penerbangan yang murah tetapi tetap menghasilkan keuntungan.
Maskapai ini pun membuktikan tidak hanya menjadi maskapai domestik terbesar di AS tapi juga yang bertanggung jawab, menurut seorang ekonom, terhadap 90 persen dari bisnis penerbangan berbiaya murah yang ada di AS.
Lantas apa yang membuat seorang Herb begitu sukses mengelola penerbangan berbiaya murahnya? Dia tetap mempertahankan biaya operasi serendah mungkin tetapi melayani konsumennya sebaik mungkin. Satu lagi, ia menciptakan sebuah budaya yang dihormati oleh para pegawainya. Tidak hanya serius melayani pelanggan. Ia pun serius melayani pegawainya.
Ia paham betul, seperti seorang Sam Walton, bahwa pegawai front-line bisa menolong Anda atau membuat Anda buruk. Herb pun membuat para pegawainya seperti pemilik perusahaan. Dengan cara, Ia meminta pegawainya untuk turut serta dalam rencana bagi hasil dan kepemilikan saham perusahaan.
Herb bercerita bahwa ada sebuah teka-teki yang sering digunakan di sebuah sekolah bisnis. “Siapa yang datang pertama? Pegawaimu, pemegang sahammu, atau pelangganmu? Tetapi itu bukan sebuah teka-teki. Pegawaimu datang lebih dulu. Jika kamu memperlakukan pegawaimu dengan baik, coba tebak? Pelangganmu akan datang kembali, dan itu akan membuat pemegang sahammu senang. (Jadi) mulai dengan pegawai dan sisanya akan mengikuti,” sebut Herb.

7.      Mark Zuckerberg
Mark Elliot Zuckerberg (lahir tahun 1984 di White Plains, New York) adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden. Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Pada tahun 2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. Pada 2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar.
Tujuan dari pendirian facebook :
Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asrama Harvard pada tanggal 4 Februari 2004. Sebuah inspirasi awal Facebook mungkin berasal dari Phillips Exeter Academy, sekolah tinggi swasta dimana Zuckerberg lulus tahun 2002. Ini mempublikasikan direktori mahasiswa sendiri, buku angkatan yang oleh siswa disebut sebagai "The Facebook". Direktori foto semacam itu merupakan bagian penting pengalaman sosial bagi kebanyakan siswa di sekolah swasta. Dengan hal tersebut, siswa dapat mendaftar berbagai hal seperti tahun angkatan, kedekatan mereka dengan teman-teman, dan nomor telepon mereka.
Setelah kuliah, Facebook dimulai dari hanya sebagai "barang Harvard" sampai akhirnya Zuckerberg memutuskan untuk menyebarkan ke sekolah lain, mendaftar dengan bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka pertama kali dimulai dari Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan Yale, dan kemudian di sekolah lain yang memiliki kontak sosial dengan Harvard University.
Zuckerberg pindah ke Palo Alto, California, bersama Moskovitz dan beberapa teman. Mereka menyewa sebuah rumah kecil yang berfungsi sebagai kantor. Selama musim panas, Zuckerberg bertemu Peter Thiel yang menginvestasikan pada perusahaan. Mereka mendapat kantor pertama mereka di pertengahan tahun 2004. Menurut Zuckerberg, mereka berencana untuk kembali ke Harvard tetapi akhirnya memutuskan untuk tetap di California. Mereka telah menolak tawaran oleh perusahaan besar yang akan membeli Facebook. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2007, Zuckerberg menjelaskan alasannya:
Ini bukan soal uang. Bagi saya dan rekan saya, hal yang paling penting adalah bahwa kita menciptakan aliran informasi yang terbuka untuk orang-orang. Perusahaan media yang dimiliki oleh konglomerat hanya bukan ide menarik bagi saya. Dia mengungkapkan kembali tujuan-tujuan yang sama kepada majalah Wired pada tahun 2010: "Yang saya pedulikan adalah misi, membuat dunia terbuka." Sebelumnya, pada bulan April 2009, Zuckerberg meminta nasihat dari mantan CFO Netscape Peter Currie tentang strategi pembiayaan untuk Facebook.
Pada tanggal 21 Juli 2010, Zuckerberg melaporkan bahwa perusahaan mencapai angka 500 juta pengguna. Ketika ditanya apakah bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari iklan sebagai hasil dari pertumbuhan yang fenomenal, ia menjelaskan: Saya kira kami bisa, Jika anda melihat berapa banyak halaman kami diambil untuk porsi iklan dibandingkan dengan rata-rata permintaan pencarian. Rata-rata bagi kita adalah sedikit kurang dari 10 persen dari halaman, dan rata-rata untuk pencarian adalah sekitar 20 persen yang diambil dengan iklan. Itu hal sederhana yang bisa kami lakukan. Tapi kami tidak seperti itu. Kami menghasilkan cukup uang. Benar, maksud saya, kita menjaga hal-hal berjalan, kita tumbuh pada tingkat yang kita inginkan.

8.      Steve Jobs
Steven Paul "Steve" Jobs (lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Februari 1955 – meninggal di Palo Alto, California,Amerika Serikat, 5 Oktober 2011 pada umur 56 tahun) adalah seorang tokoh bisnis dan penemu Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping,  ketua, dan mantan CEO Apple Inc. Jobs juga sebelumnya menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios; ia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story tahun 1995.
Pada akhir 1970-an, Jobs, bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak, Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadi pertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II.
Tahun 1976, Steve Jobs, Steve Wozniak dan Ronald Wayne, dengan pendanaan dari manajer pemasaran produk dan teknisi semi-pensiun Intel A.C. "Mike" Markkula Jr., mendirikan Apple.
Tahun 1978, Apple merekrut Mike Scott dari National Semiconductor untuk menjabat sebagai CEO yang berujung pada tahun-tahun kelam. Tahun 1983, Steve Jobs berhasil memancing John Sculley keluar dari Pepsi-Cola untuk menjabat sebagai CEO Apple dengan menanyakan, "Apakah kau mau menjual air gula sepanjang hidupmu, atau kau mau bekerja bersamaku dan mengubah dunia?" Pada tahun berikutnya, Apple menyiarkan iklan televisi Super Bowl berjudul "1984". Pada pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs yang emosional memperkenalkan Macintosh kepada hadirin yang sangat antusias; Andy Hertzfeld menggambarkan suasana tersebut sebagai "pandemonium." Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan antarmuka pengguna grafis. Pengembangan Mac dimulai oleh Jef Raskin, dan diambil alih oleh Jobs.
Meski Jobs digambarkan sebagai direktur Apple yang persuasif dan karismatik, sejumlah karyawannya pada waktu itu menggambarkannya sebagai manajer yang selalu berubah pikiran dan temperamental. Penurunan penjualan di seluruh industri menjelang akhir 1984 mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan Sculley, dan pada akhir Mei 1985 – setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran – Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh.
Penghargaan-penghargaan yang pernah diraih :
1.      Ia mendapatkan National Medal of Technology dari Presiden Ronald Reagan pada tahun 1984 bersama Steve Wozniak (termasuk orang-orang yang pertama menerimanya), dan
2.      Jefferson Award for Public Service dalam kategori "Pelayanan Publik Terbaik oleh Individu Berusia 35 Tahun atau Lebih Muda" (a.k.a. Samuel S. Beard Award) pada tahun 1987.
3.       Tanggal 27 November 2007, Jobs digelari tokoh bisnis terkuat oleh Fortune Magazine.
4.       Tanggal 5 Desember 2007, Gubernur California Arnold Schwarzenegger dan Ibu Negara Bagian Maria Shriver memasukkan Jobs ke California Hall of Fame yang terletak di The California Museum for History, Women and the Arts.
5.      Bulan Agustus 2009, Jobs terpilih sebagai pengusaha paling dikagumi di antara para remaja berdasarkan survei oleh Junior Achievement.
6.      Tanggal 5 November 2009, Jobs diberi gelar CEO dasawarsa ini oleh Fortune Magazine.
7.      Bulan November 2009, Jobs menempati peringkat ke-57 dalam Forbes: The World's Most Powerful People.
8.      Bulan Desember 2010, Financial Times memberi Jobs gelar sebagai tokoh tahun ini, mengakhiri artikelnya dengan menyatakan, "Dalam otobiografinya, John Sculley, mantan eksekutif PepsiCo yang pernah memimpin Apple, mengatakan sesuatu tentang ambisi pria yang ia pecat: 'Apple harusnya menjadi perusahaan produk konsumen yang luar biasa. Ini rencana gila. Teknologi tinggi tidak dapat dirancang dan dijual sebagai produk konsumen.' Sungguh salah pernyataan ini".
Pada waktu kematiannya, ia dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan "contoh bagi semua kepala eksekutif".

9.      Walt Disney
Walter Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney (lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 5 Desember 1901 – meninggal di Burbank, California, Amerika Serikat, 15 Desember 1966 pada umur 65 tahun) adalah produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia terkenal akan pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20. Sebagai ko-pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney menjadi salah satu produser film paling terkenal di dunia. seorang penerbit filem tersohor di dunia. Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt Disney Company, kini memiliki pendapatan tahunan sekitar $ 35 miliar.
Ketika melakukan kunjungan bisnis ke Chicago pada akhir 1940-an, Disney menggambar rancangan taman bermain yang diharapkan menjadi tempat pekerjanya menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka. Ia mendapatkan ide taman bermain anak-anak setelah mengunjungi Children's Fairyland di Oakland, California. Ide awalnya dikembangkan menjadi konsep untuk perusahaan besar yang menjadi Disneyland. Disney menghabiskan lima tahun mengembangkan Disneyland dan membuka anak perusahaan, yaitu WED Enterprises, untuk melaksanakan perencanaan dan pembuatan taman. Sekelompok kecil pekerja studio Disney bergabung dengan proyek pembangunan Disneyland sebagai insinyur dan perencana yang dijuluki "Imagineers".
Disneyland dibuka secara resmi pada 17 Juli 1955. Salah satu pengunjung yang hadir pada pembukaan adalah Ronald Reagan, Bob Cummings dan Art Linkletter.

10.   Richard Branson
Sir Richard Charles Nicholas Branson (lahir di Blackheath, London, 18 Juli 1950; umur 62 tahun) adalah seorang industrialis asal Inggris, yang dikenal karena telah mendirikan 360 perusahaan di bawah bendera Virgin Group.
Branson sukses mendirikan bisnis pertama kali pada umur 16 tahun, ketika ia mempublikasikan sebuah majalah bernama Student. Ia mendirikan sebuah bisnis audio record mail-order pada tahun 1970. Pada 1972, ia membuka ritel toko kaset, Virgin Records, yang kemudian menjadi Virgin Megastores. Merek Virgin yang diciptakan Branson tumbuh dengan pesat pada tahun 1980-an setelah ia mendirikan Virgin Atlantic Airways dan melakukan ekspansi untuk Virgin Records.
Richard Branson adalah orang terkaya ke-261 menurut daftar orang terkaya 2009 versi Forbes, dengan estimasi kekayaan £2.6 miliar (US$3.9 miliar).









BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Marketing
Marketing 1 menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah sistem marketing yang masih berorientasi semata-mata pada produk, yang artinya produsen hanya mementingkan produk saja tanpa mementingkan konsumen itu sendiri.
Marketing 2 atau lebih sering disebut customer oriented menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah sistem marketing yang sudah memikirkan konsumen. Yang pada marketing ini sudah ada segmentasi dan targeting akan keperluan konsumen.
Marketing 3 menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah marketing yang bernuansa human spirit atau values-driven. Disini produsen tidak hanya menjual produk saja tapi juga memikirkan customer serta alam. Menginspirasi para kompeni untuk melakukan good marketing, jadi dia mengejar triple buttom line yaitu people, planet, dan profit.

3.2   10 kiat-kiat usaha dalam marketing 3
1.      Cintai pelanggan Anda hormati pesaing Anda.
2.      Jadilah sensitif terhadap perubahan siap untuk mengubah.
3.      Jaga nama baik Anda tentang siapa Anda.
4.      Pelanggan yang beragam: pertama mereka yang bisa mendapatkan keuntungan besar dari Anda.
5.      Selalu menawarkan paket yang baik dengan harga afair.
6.      Selalu membuat diri tersedia, menyebarkan kabar baik.
7.      Dapatkan pelanggan Anda, menjaga dan menumbuhkannya.
8.      Apapun bisnis Anda, itu adalah bisnis jasa.
9.      Selalu memperbaiki proses bisnis Anda dalam hal kualitas, biaya, dan pengiriman.
10.  Mengumpulkan informasi yang relevan, tetapi menggunakan kebijaksanaan dalam membuat keputusan akhir Anda.

3.3  Sepuluh tokoh yang sudah menerapkan sistem marketing 3.0 :
1.      Anita Roddick
Dengan nama panjang Dame Anita Perella Roddick, lahir 23 Oktober 1942 di Littlehampton, Sussex, England dari keluarga imigran Yahudi-Italia. Beliau adalah wanita pengusaha asal Inggris, pendiri perusahaan kosmetik The Body Shop yang memproduksi dan menjual produk kecantikan dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Anita roddick ini menerapkan marketing 3.0, yang mementing konsumen dan lingkungan. Terbukti dari produk yang dia jual, yaitu produk kecantikan dari bahan alami yang baik untuk konsumen dan ramah lingkungan.

2.      Bill Gates
Dengan nama panjang William Henry Gates III, beliau adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.

3.      Jack Dorsey
Jack Dorsey yang tercatat sebagai salah satu pendiri bisnis situs jejaring sosial Twitter. Salah satu prinsip yang diyakini Dorsey ialah bahwa "hidup berada di persimpangan". Prinsip lain ialah bahwa pengembang seharusnya membangun teknologi yang akhirnya akan lenyap seiring dengn makin meleburnya teknologi itu dalam kehidupan manusia.

4.      Jeff Bezos
Jeff Bezos, yang  pada tahun 1994 pada umur 30 tahun merintis Amazon.com, situs terbesar dalam kelompok E-commerce dari garasi rumahnya.

5.      Ingvar Kamprad
Lahir 30 Maret 1926; umur 87 tahun) adalah seorang industrialis dari Swedia. Dia mendirikan IKEA, sebuah pengecer berantai furnitur rumah atau mebel berkelas dunia yang sudah dikenal sejak lama, pada 1943.


6.      Herb Kelleher
Herbert D Kelleher adalah pendiri Southwest Airlines, yakni maskapai berbiaya murah yang berbasis di Amerika Serikat. Tahun 1967, bersama dengan salah seorang kliennya, Herb mendirikan Southwest Airlines. Visi seorang Herb dalam mendirikan maskapai saat itu adalah menghapus sejumlah pelayanan yang tidak diperlukan dan menggunakan bandar udara sekunder demi menawarkan harga penerbangan yang murah di industri saat itu.

7.      Mark Zuckerberg
Mark Elliot Zuckerberg (lahir tahun 1984 di White Plains, New York) adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2007, Zuckerberg menjelaskan alasannya:
“Ini bukan soal uang. Bagi saya dan rekan saya, hal yang paling penting adalah bahwa kita menciptakan aliran informasi yang terbuka untuk orang-orang”.

8.      Steve Jobs
Steven Paul "Steve" Jobs (lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Februari 1955 – meninggal di Palo Alto, California,Amerika Serikat, 5 Oktober 2011 pada umur 56 tahun) adalah seorang tokoh bisnis dan penemu Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping,  ketua, dan mantan CEO Apple Inc.

9.      Walt Disney
Walter Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney (lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 5 Desember 1901 – meninggal di Burbank, California, Amerika Serikat, 15 Desember 1966 pada umur 65 tahun) adalah produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia terkenal akan pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20. Sebagai ko-pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney menjadi salah satu produser film paling terkenal di dunia. seorang penerbit filem tersohor di dunia. Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt Disney Company, kini memiliki pendapatan tahunan sekitar $ 35 miliar.

10.  Richard Branson
Sir Richard Charles Nicholas Branson (lahir di Blackheath, London, 18 Juli 1950; umur 62 tahun) adalah seorang industrialis asal Inggris, yang dikenal karena telah mendirikan 360 perusahaan di bawah bendera Virgin Group.


BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
     Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa marketing 3 adalah sebuah sistem pemasaran yang tidak hanya memikirkan produk saja, namun sudah memikirkan keinginan dan kepuasan konsumen serta memikirkan kelangsungan alam.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Mas Ali, narasumber dari Museum Of Marketing 3.0 di ubud.

Comments