BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Saya melakukan kunjungan
ke museum of marketing 3.0 ini dikarenakan untuk menyelesaikan tugas manajemen
pemasaran.
Museum of
Marketing 3.0 dibangun oleh Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler untuk
memberikan perkembangan marketing di Indonesia, dan prinsip-prinsipnya.
1.2 Tempat
Museum Of Marketing 3.0 , Ubud.
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian Marketing 1,
Marketing 2, dan Marketing 3.
2.
Untuk mengetahui values-based matrix of
marketing 3.
3.
Untuk mengetahui 10 kiat-kiat usaha
dalam marketing 3.
4.
Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh
yang sudah menerapkan sistem atau prinsip-prinsip marketing 3.
1.4 Manfaat
1.
Mengetahui pengertian Marketing 1,
Marketing 2, dan Marketing 3.
2.
Mengetahui values-based matrix of
marketing 3.0.
3.
Mengetahui 10 kiat-kiat usaha dalam
marketing 3.
4.
Mengetahui tokoh-tokoh yang sudah
menerapkan sistem atau prinsip-prinsip dari Marketing 3.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Marketing
adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan
informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan
dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai
dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan
manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan
dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun
manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi
keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah
dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam
dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan
kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai
dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang
(place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang
pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam
konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.
2.1
Marketing ada tiga yaitu :
1. Marketing
1
2. Marketing
2
3. Marketing
3
Marketing 1 menurut
Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah sistem marketing yang masih
berorientasi semata-mata pada produk, yang artinya produsen hanya mementingkan
produk saja tanpa mementingkan konsumen itu sendiri.
Marketing 2 atau lebih
sering disebut customer oriented menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler
adalah sistem marketing yang sudah memikirkan konsumen. Yang pada marketing ini
sudah ada segmentasi dan targeting akan keperluan konsumen.
Marketing 3 menurut
Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah marketing yang bernuansa human
spirit atau values-driven. Disini produsen tidak hanya menjual produk saja tapi
juga memikirkan customer serta alam. Menginspirasi para kompeni untuk melakukan
good marketing, jadi dia mengejar triple buttom line yaitu people, planet, dan
profit.
4.2 VALUES-BASED MATRIX OF MARKETING
3.0
(
4.3 10 kiat-kiat usaha dalam marketing 3
1. Cintai
pelanggan Anda hormati pesaing Anda.
2. Jadilah
sensitif terhadap perubahan siap untuk mengubah.
3. Jaga
nama baik Anda tentang siapa Anda.
4. Pelanggan
yang beragam: pertama mereka yang bisa mendapatkan keuntungan besar dari Anda.
5. Selalu
menawarkan paket yang baik dengan harga afair.
6. Selalu
membuat diri tersedia, menyebarkan kabar baik.
7. Dapatkan
pelanggan Anda, menjaga dan menumbuhkannya.
8. Apapun
bisnis Anda, itu adalah bisnis jasa.
9. Selalu
memperbaiki proses bisnis Anda dalam hal kualitas, biaya, dan pengiriman.
10. Mengumpulkan
informasi yang relevan, tetapi menggunakan kebijaksanaan dalam membuat
keputusan akhir Anda.
4.4 Sepuluh tokoh yang sudah menerapkan
sistem marketing 3.0 :
1.
Anita
Roddick
Dengan nama panjang
Dame Anita Perella Roddick, lahir 23 Oktober 1942 di Littlehampton, Sussex,
England dari keluarga imigran Yahudi-Italia. Beliau adalah wanita pengusaha
asal Inggris, pendiri perusahaan kosmetik The Body Shop yang memproduksi dan
menjual produk kecantikan dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Anita
roddick ini menerapkan marketing 3.0, yang mementing konsumen dan lingkungan.
Terbukti dari produk yang dia jual, yaitu produk kecantikan dari bahan alami
yang baik untuk konsumen dan ramah lingkungan.
Beliau juga pada tahun
1990, Roddick membantu pendirian majalah The Big Issue yang keuntungan
penjualannya digunakan untuk membantu tunawisma. Selain itu, Roddick mendirikan
yayasan amal Children On The Edge untuk membantu anak-anak yang kurang
beruntung di Eropa Timur dan Asia. Roddick juga banyak membantu sejumlah
organisasi amal termasuk Greenpeace. Pada bulan Februari 2007, Roddick
mengumumkan dirinya menderita Hepatitis C menahun, dan mempromosikan yayasan
Hepatitis C Trust, dan ikut serta melakukan kampanye penanggulangan Hepatitis
2.
Bill
Gates
Dengan nama
panjang William Henry Gates III, beliau adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan
ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang
filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.
3.
Jack
Dorsey
Jack Dorsey yang
tercatat sebagai salah satu pendiri bisnis situs jejaring sosial Twitter. Kini
Dorsey lebih banyak menghabiskan waktunya untuk startup barunya, Square, yang
menggarap bidang pembayaran online. Kedua perusahaannya itu sama-sama memiliki
nilai valuasi yang mencapai miliaran dollar AS. Salah satu prinsip yang
diyakini Dorsey ialah bahwa "hidup
berada di persimpangan". Prinsip lain ialah bahwa pengembang
seharusnya membangun teknologi yang akhirnya akan lenyap seiring dengn makin
meleburnya teknologi itu dalam kehidupan manusia.
4.
Jeff
Bezos
Jeff Bezos,
yang pada tahun 1994 pada umur 30 tahun
merintis Amazon.com, situs terbesar dalam kelompok E-commerce dari garasi
rumahnya. Beberapa langkah awal Jeff, untuk memulai usahanya yaitu : (1) Mengamati
data statitisk perkembangan pengguna internet, untuk mengamati pasar &
evaluasi pasar, (2) Menyusun 20 daftar produk terlaris di internet, (3) Menyusun
strategi agar bisa mengalahkan superstor dari sisi jumlah koleksi buku secara
online, (4) Merekrut orang yang tepat dan menjadikan bagiaan dari kepemilkan
saham, (5) Menyusun web yg user friendly, (6) Mengembangkan member sehingga
dalam 4 tahun saja ada 13 juta pelanggan, (7) Berorientasi kepada market share
di 3 tahun pertama dan tidak nafsu mau untung dahulu, (8) Inovasi dari sisi
koleksi, terutama yang langka, (9) Pengembangan ke berbagai negara, dengan
pengamatan tren per negara.
5.
Ingvar
Kamprad
Lahir 30 Maret
1926; umur 87 tahun) adalah seorang industrialis dari Swedia. Dia mendirikan
IKEA, sebuah pengecer berantai furnitur rumah atau mebel berkelas dunia yang
sudah dikenal sejak lama, pada 1943. Dalam bisnis tersebut, Kampard sempat
jatuh bangun. Sebab, pesaing di bisnis itu sangatlah banyak. Tetapi jiwa bisnis
yang telah dipupuk sejak belia membuatnya terus bertahan. Ia menggunakan
strategi mempertahankan harga murah dengan kualitas yang prima. Untuk melebihi
pesaingnya, Kampard membuat ruang pamer mebel dimana pelanggan dapat
melihat-lihat kualitas produk yang diinginkannya dan desain-desain baru yang
selalu dihadirkannya.
Strateginya
sukses. Kesuksesan itu membuat Kampard mampu memperluas usahanya hingga keluar
Swedia. Demi kemajuan usahanya, Kampard juga selalu berusaha menyediakan
berbagai jenis desain dari banyak, seperti dari China, Vietnam, dan lain-lain.
Berkat strategi penjualannya, IKEA menjadi sebuah perusahaan mebel raksasa yang
memiliki lebih dari 200 outlet di 31 negara dan memiliki lebih dari 75 ribu
pekerja.
Desain indah nan
inovatif tersebut rupanya didukung oleh keberadaan yayasan sosial yang
dibentuknya, Stichting INGKA Foundation. Di yayasan itu, ia mengembangkan
pendidikan yang utamanya berhubungan dengan desain dan arsitek.
6.
Herb
Kelleher
Herbert D
Kelleher adalah pendiri Southwest Airlines, yakni maskapai berbiaya murah yang
berbasis di Amerika Serikat. Tahun 1967, bersama dengan salah seorang kliennya,
Herb mendirikan Southwest Airlines. Butuh lima tahun lamanya dan ia pun sering
menghadapi litigasi yang berliku dari pesaing untuk mendapatkan Southwest
keluar dari pengadilan dan mengudara pada Juni 1971. Visi seorang Herb dalam mendirikan maskapai saat itu adalah menghapus sejumlah pelayanan yang tidak
diperlukan dan menggunakan bandar udara sekunder demi menawarkan harga
penerbangan yang murah di industri saat itu.
Tidak lama
kemudian, tepatnya tahun 1981, Herb menjadi Presiden dan CEO maskapai tersebut.
Ia menjalankan perusahaan dengangayakepemimpinannya yang dinamis di antara
karyawan-karyawannya. Usahanya tersebut membuahkan hasil. Southwest Airlines
menjadi maskapai kelima terbesar di AS.
Tahun 2011,
Southwest menjadi satu-satunya maskapai yang bisa menghasilkan keuntungan dalam
39 tahun berturut-turut. Terhadap pencapaian keuntungan tersebut, Fortune
menilai, ini adalah sebuah prestasi yang tidak tertandingi dalam sejarah
penerbangan AS. Herb berhasil memasang tarif penerbangan yang murah tetapi
tetap menghasilkan keuntungan.
Maskapai ini pun
membuktikan tidak hanya menjadi maskapai domestik terbesar di AS tapi juga yang
bertanggung jawab, menurut seorang ekonom, terhadap 90 persen dari bisnis
penerbangan berbiaya murah yang ada di AS.
Lantas apa yang
membuat seorang Herb begitu sukses mengelola penerbangan berbiaya murahnya? Dia
tetap mempertahankan biaya operasi serendah mungkin tetapi melayani konsumennya
sebaik mungkin. Satu lagi, ia menciptakan sebuah budaya yang dihormati oleh
para pegawainya. Tidak hanya serius melayani pelanggan. Ia pun serius melayani
pegawainya.
Ia paham betul,
seperti seorang Sam Walton, bahwa pegawai front-line bisa menolong Anda atau
membuat Anda buruk. Herb pun membuat para pegawainya seperti pemilik
perusahaan. Dengan cara, Ia meminta pegawainya untuk turut serta dalam rencana
bagi hasil dan kepemilikan saham perusahaan.
Herb bercerita
bahwa ada sebuah teka-teki yang sering digunakan di sebuah sekolah bisnis.
“Siapa yang datang pertama? Pegawaimu, pemegang sahammu, atau pelangganmu?
Tetapi itu bukan sebuah teka-teki. Pegawaimu datang lebih dulu. Jika kamu
memperlakukan pegawaimu dengan baik, coba tebak? Pelangganmu akan datang
kembali, dan itu akan membuat pemegang sahammu senang. (Jadi) mulai dengan
pegawai dan sisanya akan mengikuti,” sebut Herb.
7.
Mark
Zuckerberg
Mark Elliot
Zuckerberg (lahir tahun 1984 di White Plains, New York) adalah seorang
pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs
jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat
eksekutif dan presiden. Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun
2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin,
dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Pada tahun
2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. Pada
2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar.
Tujuan
dari pendirian facebook :
Zuckerberg
meluncurkan Facebook dari kamar asrama Harvard pada tanggal 4 Februari 2004.
Sebuah inspirasi awal Facebook mungkin berasal dari Phillips Exeter Academy,
sekolah tinggi swasta dimana Zuckerberg lulus tahun 2002. Ini mempublikasikan
direktori mahasiswa sendiri, buku angkatan yang oleh siswa disebut sebagai
"The Facebook". Direktori foto semacam itu merupakan bagian penting
pengalaman sosial bagi kebanyakan siswa di sekolah swasta. Dengan hal tersebut,
siswa dapat mendaftar berbagai hal seperti tahun angkatan, kedekatan mereka
dengan teman-teman, dan nomor telepon mereka.
Setelah kuliah,
Facebook dimulai dari hanya sebagai "barang Harvard" sampai akhirnya
Zuckerberg memutuskan untuk menyebarkan ke sekolah lain, mendaftar dengan
bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka pertama kali dimulai
dari Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan
Yale, dan kemudian di sekolah lain yang memiliki kontak sosial dengan Harvard
University.
Zuckerberg
pindah ke Palo Alto, California, bersama Moskovitz dan beberapa teman. Mereka
menyewa sebuah rumah kecil yang berfungsi sebagai kantor. Selama musim panas,
Zuckerberg bertemu Peter Thiel yang menginvestasikan pada perusahaan. Mereka
mendapat kantor pertama mereka di pertengahan tahun 2004. Menurut Zuckerberg,
mereka berencana untuk kembali ke Harvard tetapi akhirnya memutuskan untuk
tetap di California. Mereka telah menolak tawaran oleh perusahaan besar yang
akan membeli Facebook. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2007, Zuckerberg
menjelaskan alasannya:
Ini
bukan soal uang. Bagi saya dan rekan saya, hal yang paling penting adalah bahwa
kita menciptakan aliran informasi yang terbuka untuk orang-orang.
Perusahaan media yang dimiliki oleh konglomerat hanya bukan ide menarik bagi
saya. Dia mengungkapkan kembali tujuan-tujuan yang sama kepada majalah Wired
pada tahun 2010: "Yang saya pedulikan adalah misi, membuat dunia
terbuka." Sebelumnya, pada bulan April 2009, Zuckerberg meminta nasihat
dari mantan CFO Netscape Peter Currie tentang strategi pembiayaan untuk
Facebook.
Pada tanggal 21
Juli 2010, Zuckerberg melaporkan bahwa perusahaan mencapai angka 500 juta
pengguna. Ketika ditanya apakah bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari
iklan sebagai hasil dari pertumbuhan yang fenomenal, ia menjelaskan: Saya kira
kami bisa, Jika anda melihat berapa banyak halaman kami diambil untuk porsi
iklan dibandingkan dengan rata-rata permintaan pencarian. Rata-rata bagi kita
adalah sedikit kurang dari 10 persen dari halaman, dan rata-rata untuk
pencarian adalah sekitar 20 persen yang diambil dengan iklan. Itu hal sederhana
yang bisa kami lakukan. Tapi kami tidak seperti itu. Kami menghasilkan cukup
uang. Benar, maksud saya, kita menjaga hal-hal berjalan, kita tumbuh pada
tingkat yang kita inginkan.
8.
Steve
Jobs
Pada akhir 1970-an, Jobs, bersama pendiri pendamping
Apple Steve
Wozniak, Mike
Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan,
dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadi pertama yang sukses secara
komersial, yaitu seri Apple II.
Tahun 1976,
Steve Jobs, Steve Wozniak dan Ronald Wayne, dengan pendanaan dari manajer
pemasaran produk dan teknisi semi-pensiun Intel A.C. "Mike" Markkula
Jr., mendirikan Apple.
Tahun 1978,
Apple merekrut Mike Scott dari National Semiconductor untuk menjabat sebagai
CEO yang berujung pada tahun-tahun kelam. Tahun 1983, Steve Jobs berhasil
memancing John Sculley keluar dari Pepsi-Cola untuk menjabat sebagai CEO Apple
dengan menanyakan, "Apakah kau mau menjual air gula sepanjang hidupmu,
atau kau mau bekerja bersamaku dan mengubah dunia?" Pada tahun berikutnya,
Apple menyiarkan iklan televisi Super Bowl berjudul "1984". Pada
pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs yang
emosional memperkenalkan Macintosh kepada hadirin yang sangat antusias; Andy
Hertzfeld menggambarkan suasana tersebut sebagai "pandemonium."
Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan
antarmuka pengguna grafis. Pengembangan Mac dimulai oleh Jef Raskin, dan
diambil alih oleh Jobs.
Meski Jobs
digambarkan sebagai direktur Apple yang persuasif dan karismatik, sejumlah
karyawannya pada waktu itu menggambarkannya sebagai manajer yang selalu berubah
pikiran dan temperamental. Penurunan penjualan di seluruh industri menjelang
akhir 1984 mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan Sculley, dan pada
akhir Mei 1985 – setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran –
Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh.
Penghargaan-penghargaan
yang pernah diraih :
1. Ia
mendapatkan National Medal of Technology dari Presiden Ronald Reagan pada tahun
1984 bersama Steve Wozniak (termasuk orang-orang yang pertama menerimanya), dan
2. Jefferson
Award for Public Service dalam kategori "Pelayanan Publik Terbaik oleh
Individu Berusia 35 Tahun atau Lebih Muda" (a.k.a. Samuel S. Beard Award)
pada tahun 1987.
3. Tanggal 27 November 2007, Jobs digelari tokoh
bisnis terkuat oleh Fortune Magazine.
4. Tanggal 5 Desember 2007, Gubernur California
Arnold Schwarzenegger dan Ibu Negara Bagian Maria Shriver memasukkan Jobs ke
California Hall of Fame yang terletak di The California Museum for History,
Women and the Arts.
5. Bulan
Agustus 2009, Jobs terpilih sebagai pengusaha paling dikagumi di antara para
remaja berdasarkan survei oleh Junior Achievement.
6. Tanggal
5 November 2009, Jobs diberi gelar CEO dasawarsa ini oleh Fortune Magazine.
7. Bulan
November 2009, Jobs menempati peringkat ke-57 dalam Forbes: The World's Most
Powerful People.
8. Bulan
Desember 2010, Financial Times memberi Jobs gelar sebagai tokoh tahun ini,
mengakhiri artikelnya dengan menyatakan, "Dalam otobiografinya, John
Sculley, mantan eksekutif PepsiCo yang pernah memimpin Apple, mengatakan
sesuatu tentang ambisi pria yang ia pecat: 'Apple harusnya menjadi perusahaan
produk konsumen yang luar biasa. Ini rencana gila. Teknologi tinggi tidak dapat
dirancang dan dijual sebagai produk konsumen.' Sungguh salah pernyataan
ini".
Pada waktu kematiannya, ia dikenal luas sebagai
seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain
produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam
industri yang berbeda, dan "contoh bagi semua kepala eksekutif".
9.
Walt
Disney
Walter Elias
Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney (lahir di Chicago, Illinois,
Amerika Serikat, 5 Desember 1901 – meninggal di Burbank, California, Amerika
Serikat, 15 Desember 1966 pada umur 65 tahun) adalah produser film, sutradara,
animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia terkenal akan
pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20. Sebagai ko-pendiri Walt
Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney menjadi salah satu produser
film paling terkenal di dunia. seorang penerbit filem tersohor di dunia.
Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt Disney Company,
kini memiliki pendapatan tahunan sekitar $ 35 miliar.
Ketika melakukan
kunjungan bisnis ke Chicago pada akhir 1940-an, Disney menggambar rancangan
taman bermain yang diharapkan menjadi tempat pekerjanya menghabiskan waktu
dengan anak-anak mereka. Ia mendapatkan ide taman bermain anak-anak setelah
mengunjungi Children's Fairyland di Oakland, California. Ide awalnya
dikembangkan menjadi konsep untuk perusahaan besar yang menjadi Disneyland.
Disney menghabiskan lima tahun mengembangkan Disneyland dan membuka anak
perusahaan, yaitu WED Enterprises, untuk melaksanakan perencanaan dan pembuatan
taman. Sekelompok kecil pekerja studio Disney bergabung dengan proyek
pembangunan Disneyland sebagai insinyur dan perencana yang dijuluki
"Imagineers".
Disneyland
dibuka secara resmi pada 17 Juli 1955. Salah satu pengunjung yang hadir pada
pembukaan adalah Ronald Reagan, Bob Cummings dan Art Linkletter.
10. Richard Branson
Branson
sukses mendirikan bisnis pertama kali pada umur 16 tahun, ketika ia
mempublikasikan sebuah majalah bernama Student. Ia mendirikan sebuah bisnis audio record mail-order pada tahun 1970. Pada 1972, ia membuka
ritel toko kaset, Virgin Records, yang kemudian menjadi Virgin Megastores. Merek Virgin yang
diciptakan Branson tumbuh dengan pesat pada tahun 1980-an setelah ia mendirikan Virgin Atlantic Airways dan melakukan ekspansi untuk Virgin Records.
Richard
Branson adalah orang terkaya ke-261 menurut daftar orang terkaya 2009 versi Forbes, dengan estimasi kekayaan £2.6 miliar (US$3.9 miliar).
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Marketing
Marketing 1
menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah sistem marketing yang masih
berorientasi semata-mata pada produk, yang artinya produsen hanya mementingkan
produk saja tanpa mementingkan konsumen itu sendiri.
Marketing 2 atau
lebih sering disebut customer oriented menurut Hermawan Kartajaya dan Philip
Kotler adalah sistem marketing yang sudah memikirkan konsumen. Yang pada
marketing ini sudah ada segmentasi dan targeting akan keperluan konsumen.
Marketing 3
menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler adalah marketing yang bernuansa
human spirit atau values-driven. Disini produsen tidak hanya menjual produk
saja tapi juga memikirkan customer serta alam. Menginspirasi para kompeni untuk
melakukan good marketing, jadi dia mengejar triple buttom line yaitu people,
planet, dan profit.
3.2
10 kiat-kiat usaha dalam
marketing 3
1. Cintai
pelanggan Anda hormati pesaing Anda.
2. Jadilah
sensitif terhadap perubahan siap untuk mengubah.
3. Jaga
nama baik Anda tentang siapa Anda.
4. Pelanggan
yang beragam: pertama mereka yang bisa mendapatkan keuntungan besar dari Anda.
5. Selalu
menawarkan paket yang baik dengan harga afair.
6. Selalu
membuat diri tersedia, menyebarkan kabar baik.
7. Dapatkan
pelanggan Anda, menjaga dan menumbuhkannya.
8. Apapun
bisnis Anda, itu adalah bisnis jasa.
9. Selalu
memperbaiki proses bisnis Anda dalam hal kualitas, biaya, dan pengiriman.
10. Mengumpulkan
informasi yang relevan, tetapi menggunakan kebijaksanaan dalam membuat
keputusan akhir Anda.
3.3 Sepuluh tokoh yang sudah menerapkan sistem
marketing 3.0 :
1.
Anita
Roddick
Dengan nama panjang Dame Anita Perella Roddick,
lahir 23 Oktober 1942 di Littlehampton, Sussex, England dari keluarga imigran
Yahudi-Italia. Beliau adalah wanita pengusaha asal Inggris, pendiri perusahaan
kosmetik The Body Shop yang memproduksi dan menjual produk kecantikan dari
bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Anita roddick ini menerapkan marketing
3.0, yang mementing konsumen dan lingkungan. Terbukti dari produk yang dia
jual, yaitu produk kecantikan dari bahan alami yang baik untuk konsumen dan ramah
lingkungan.
2.
Bill
Gates
Dengan
nama panjang William Henry Gates III, beliau adalah pendiri (bersama Paul
Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga
merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda
Gates.
3.
Jack
Dorsey
Jack
Dorsey yang tercatat sebagai salah satu pendiri bisnis situs jejaring sosial
Twitter. Salah satu prinsip yang diyakini Dorsey ialah bahwa "hidup berada di persimpangan".
Prinsip lain ialah bahwa pengembang seharusnya membangun teknologi yang
akhirnya akan lenyap seiring dengn makin meleburnya teknologi itu dalam
kehidupan manusia.
4.
Jeff
Bezos
Jeff Bezos, yang
pada tahun 1994 pada umur 30 tahun merintis Amazon.com, situs terbesar
dalam kelompok E-commerce dari garasi rumahnya.
5.
Ingvar
Kamprad
Lahir 30 Maret 1926; umur 87 tahun) adalah seorang
industrialis dari Swedia. Dia mendirikan IKEA, sebuah pengecer berantai
furnitur rumah atau mebel berkelas dunia yang sudah dikenal sejak lama, pada
1943.
6.
Herb
Kelleher
Herbert
D Kelleher adalah pendiri Southwest Airlines, yakni maskapai berbiaya murah
yang berbasis di Amerika Serikat. Tahun 1967, bersama dengan salah seorang
kliennya, Herb mendirikan Southwest Airlines. Visi seorang Herb dalam mendirikan maskapai saat itu adalah menghapus sejumlah pelayanan yang tidak
diperlukan dan menggunakan bandar udara sekunder demi menawarkan harga
penerbangan yang murah di industri saat itu.
7.
Mark
Zuckerberg
Mark
Elliot Zuckerberg (lahir tahun 1984 di White Plains, New York) adalah seorang
pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs
jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat
eksekutif dan presiden. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2007, Zuckerberg
menjelaskan alasannya:
“Ini
bukan soal uang. Bagi saya dan rekan saya, hal yang paling penting adalah bahwa
kita menciptakan aliran informasi yang terbuka untuk orang-orang”.
8.
Steve
Jobs
9.
Walt
Disney
Walter
Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney (lahir di Chicago,
Illinois, Amerika Serikat, 5 Desember 1901 – meninggal di Burbank, California,
Amerika Serikat, 15 Desember 1966 pada umur 65 tahun) adalah produser film,
sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia
terkenal akan pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20. Sebagai
ko-pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney menjadi
salah satu produser film paling terkenal di dunia. seorang penerbit filem
tersohor di dunia. Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt
Disney Company, kini memiliki pendapatan tahunan sekitar $ 35 miliar.
10. Richard Branson
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa marketing 3
adalah sebuah sistem pemasaran yang tidak hanya memikirkan produk saja, namun
sudah memikirkan keinginan dan kepuasan konsumen serta memikirkan kelangsungan alam.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Mas
Ali, narasumber dari Museum Of Marketing 3.0 di ubud.
Comments
Post a Comment
terima kasih atas kritik dan saran menbangunnya