Popular Posts

MASSA JENIS ATAU DENSITAS

Pasar Persaingan Sempurna

Alat Pengecil Ukuran

MAKALAH ALKANA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1         TUJUAN   :      a. membedakan senyawa jenuh dan tidak jenuh
b. mengetahui cara pembuatan senyawa hidrokarbon alifatis (alkana)

1.2         LANDASAN TEORI   :
Alkana termasuk dalam hidrokarbon jenuh (asiklik). Jenis alkana yang paling sederhana adalah metana. Alkana tidak larut dalam air dan senyawa ini berbentuk cairan yang lebih ringan dari air, karena itu alkana terapung di atas air. Hal ini disebabkan karena alkana yang bersifat non polar.
Alkana mempunyai titik didih yang rendah dibandingkan dengan senyawa organik lainnya dengan berat molekul yang sama. Hal ini disebabkan karena daya tarik menarik diantara molekul non polar, lemah, sehingga proses pemisahan molekul satu dengan yang lainnya (sama dengan proses perubahan dari fase cair ke fase gas) relatif memerlukan sedikit energi.
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap dua. Alkana dan alkena dapat dibedakan dengan berbagai macam reagen atau pereaksi, diantara’a dengan pereaksi baeyer, yang mengandung KMnO4 . kedua golongan senyawa ini juga dapat dibedakan bila direaksikan dengan air brom (Br2). Ada beberapa cara kimia lain yang juga dapat digunakan untuk membedakan kedua golongan senyawa ini.
Pada praktikum ini senyawa hidrokarbon jenuh digunakan minyak tanah, dapat juga digunakan BBM yang lain. Minyak kelapa digunakan untuk contoh senyawa yang mengandung ikatann rangkap dua atau ganda, tetapi minyak kelapa bukan termasuk golongan alkena.

BAB II
METODE PENELITIAN

2.1     Alat dan Bahan :
          Bahan    :
         Minyak Tanah
         Minyak Kelapa
         Air Brom
         Pereaksi Baeyer
         Natrium Benzoate
         NaOH
          Alat        :
         Tabung reaksi
         Gelas piala
         Pipet tetes
         lumpang
         Penjepit
         Kapas
         Sendok makan
         Pemanas spiritus

2.2     Cara Kerja
A. Identifikasi alkana dan alkena
          •      Sediakan 2 tabung reaksi masinh-masing diisi 2 ml minyak tanah.
a.       Tabung pertama tambahkan 2 - 3 tetes air brom.
b.      Tabung kedua tambahkan 1 – 2 tetes preaksi Baeyer.
          •      Amati perubahan warna yang terjadi dan tulis persamaan reaksinya.
          •      Sediakan 2 tabung reaksi masing-masing diiisi 2 ml minyak kelapa.
a.       Tabung pertama tambahkan 2 – 3 tetes air brom.
b.      Tabung kedua tambahkan 1 – 2 tetes preaksi Baeyer.
          •      Amati perubahan warna terjadi dan tulis perubahan reaksinya.

B. Pembuatan senyawa alkana
·    Gerus 1 sendok makan Natrium Benzoat dan 1 sendok NaOH dalam mortar
·    Kemudian ambil 1 sendok campuran tadi dan masukkan dalam tabung reaksi serta tutup dengan kapas
·    Panasilah tabung reaksi yang berisi bahan campuran sampai kelar keluar gelembung
·    Amati apakah ada cairan lain dan bagaimana baunya?
·    Ulangi percobaan sekali lagi.


BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Percobaan pertama
No
Preaksi
Sebelum
Perlakuan
Sesudah
1
Minyak Tanah + 3 tetes Air Brom
kekuningan
digoyangkan
Pengendapan Air Brom
2
Minyak Kelapa + 3 Tetes Air Brom
Kuning Bening
digoyangkan
Pengendapan yang berupa gel dan minyak tanah lebih jadi mengental
3
Natrium Benzoat
Serbuk putih
dibakar
Baunya menyengat pada saat dibakar, mencair, beberapa saat kembali menjadi padat

Percobaan kedua
No
Preaksi
Sebelum
Perlakuan
Sesudah
1
Minyak Tanah + 2 Tetes Air Brom
kekuningan
digoyangkan
Pengendapan yang berwarna ungu
2
Minyak Kelapa + 2 Tetes Air Brom
Kuning Bening
digoyangkan
Didiamkan menjadi coklat pekak
3
Natrium Benzoat
Serbuk putih
dibakar
Baunya menyengat pada saat dibakar, mencair, beberapa saat kembali menjadi padat

Penjelasan
1.      Pada saat asam asetat dipanaskan, asam asetat tersebut mengalami perubahan, yaitu mendidih, menguap namun tidak mengalami perubahan warna ( tetap bening).
2.      Pada saat asam posfat dipanaskan, asam posfat tersebut mengalami perubahan, yaitu mendidih, kemudian menguap namun tidak mengalami perubahan warna ( tetap bening).
3.      Sebelum gula dipanaskan, gula berbentuk butiran dan berwarna putih. Lalu saat dipanaskan, gula tersebut mengalami perubahan, yaitu mendidih kemudian meleleh dan berubah warna menjadi merah kecoklatan.
4.      Sebelum garam dipanaskan, garam berbentuk butiran dan berwarna putih. Lalu setelah dipanaskan garam tersebut sama sekali tidak mengalami perubahan.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1       Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin), adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150 °C and 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, malam).
Biasanya, minyak tanah didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus, dalam sebuah unit Merox atau hidrotreater, untuk mengurangi kadar belerang dan pengaratannya. Minyak tanah dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk memperbaiki kualitas bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak.
Penggunaanya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang, setelah melalui proses penyulingan seperlunya dan masih tidak murni dan bahkan memilki pengotor (debris).

4.2         minyak kelapa
4.3     Natrium benzoat adalah pengawet. Hal ini bakteriostatik dan fungistatik di bawah kondisi asam. Digunakan dalam makanan seperti salad dressing (cuka), minuman bersoda (asam karbonat), selai dan jus buah (asam sitrat), acar (cuka), dan bumbu. Hal ini juga ditemukan dalam obat kumur berbasis alkohol dan semir perak. [Rujukan?] Hal ini juga dapat ditemukan dalam obat batuk seperti Robitussin Natrium benzoat.
      Natrium benzoat diproduksi oleh netralisasi asam benzoat dengan natrium hidroksida. asam benzoat terdeteksi pada tingkat rendah di cranberry, plum, greengage plum, kayu manis, cengkeh matang, dan apel. Meskipun asam benzoat adalah pengawet yang lebih efektif, natrium benzoat lebih sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan karena asam benzoat juga tidak larut dalam air.
      Rumus kimia natrium benzoat yaitu C7H5NaO2 yang banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran, termasuk ke dalam zat pengawetorganik. Produk pangan yang banyak menggunakan natrium benzoat sebagai pengawet adalah minuman ringan serta produk minuman yangterbuat dari buah. Pewarna putih, granula tanpa bau atau hampir bau, bubuk kristal atau serpihan. Lebih larut dalam air dibandingkan asam benzoat dan juga dapat larut dalam alkohol. Benzoat efektif pada pH 2,5-4,0. Dalambahan pangan garam benzoat terurai menjadi bentuk efektif yaitu bentuk asam benzoat yang tak terdisosiasi. Memiliki fungsi sebagai anti mikrobayang optimum pada pH 2,5-4,0 serta menghambat pertumbuhan kapang dan khamir

BAB V
KESIMPULAN

5.1     KESIMPULAN
            Dari percobaan yang dilakukan, kami dapat menarik kesimpulan bahwa dari beberapa senyawa yang dipercobakan ada yang mengalami perubahan dan ada yang tidak mengalami perubahan setelah di bakar. Senyawa yang mengalami perubahan menjadi caramel lalu menguap menjadi CO2, CO ataupun gas NH3 merupakan senyawa organic. Dan yang tidak mengalami perubahan merupakan senyawa anorganik

Comments