BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Teknologi pemrosesan bahan pangan terus berkembang dari waktu ke waktu.
Perkembangan teknologi ini didorong oleh kebutuhan pangan manusia yang terus
meningkat yang diakibatkan oleh semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia.
Pada saat yang sama, luas lahan penghasil bahan pangan makin menyempit. Hal
tersebut menyebabkan dibutuhkannya teknologi-teknologi pemrosesan pangan yang
mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk makanan; salah satunya adalah
teknologi pengeringan bahan makanan.
Hasil pertanian baik
berupa bahan-bahan berupa sayuran, buah-buahan yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari, bahan pertanian tersebut setelah dipanen masih melakukan
proses respirasi, yang akan berakibat merusak bahan pangan tersebut yang
menyebabkan kebusukan, oleh karena itu
untuk memudahkan mengolah diperlukan system untuk mengeringkan bahan tersebut.
Sehingga memudahkan untuk diolah dan mengeringkan bahan makanan agar terhindar
dari kebusukan sebelum diolah. Untuk membantu petani diperlukan suatu system
pengeringan atau teknologi. Persoalan ini perlu dijawab terlebih dahulu sebelum
sesuatu sistem pengeringan direka bentuk. Tujuan akhir dari sistem pengeringan
bukan saja untuk mempercepat proses pengeringan, akan tetapi juga untuk
meningkatkan mutu bahan yang dikeringkan dan sistem dapat beroperasi dengan
biaya relatif rendah. Dengan kata lain,
kita ingin mengoptimumkan operasi sistem pengeringan tersebut. Metodologi dan
teknik pengeringan dapat dikatakan baik apabila kita memahami konsep
pengeringan itu sendiri. Dengan mengetahui konsep tersebut maka dapat membantu
kita menghasilkan satu sistem pengeringan yang handal dan dapat beroperasi secara
optimum.
1.2 Rumusan
Masalah
-
Apakah yang dimaksud dengan pengeringan?
-
Apakah yang dimaksud dengan alat
pengeringan?
-
Apa sajakah jenis-jenis alat
pengeringan?
-
Bagaimanakah prinsip kerja alat-alat
pengeringan?
1.3 Tujuan
Penulisan
-
Mengetahui pengertian pengeringan.
-
Mengetahui pengertian alat pengeringan.
-
Mengetahui jenis-jenis alat pengeringan.
-
Mengetahui prinsip kerja alat-alat
pengeringan.
1.4 Manfaat
Penulisan
-
Mahasiswa mampu memahami pengertian
pengeringan.
-
Mahasiswa mengetahui pengertian alat
pengeringan.
-
Mahasiswa mampu menjabarkan jenis-jenis
alat pengeringan.
-
Mahasiswa mampu mengetahui prinsip kerja
alat-alat pengertian.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengeringan
Bahasa
ilmiah pengeringan adalah penghidratan, yang berarti menghilangkan air dari
suatu bahan. Pengeringan adalah suatu
peristiwa perpindahan massa dan energi yang terjadi dalam pemisahan cairan atau
kelembaban dari suatu bahan sampai batas kandungan air yang ditentukan dengan
menggunakan gas sebagai fluida sumber panas dan penerima uap cairan Pengeringan juga dapat
berlangsung dengan cara lain yaitu dengan memecahkan ikatan molekul-molekul air
yang terdapat di dalam bahan. Apabila ikatan molekulmolekul air yang terdiri
dari unsur dasar oksigen dan hidrogen dipecahkan, maka molekul tersebut akan keluar
dari bahan. Akibatnya bahan tersebut akan kehilangan air yang dikandungnya. Cara
ini juga disebut pengeringan atau penghidratan. Untuk memecahkan ikatan oksigen
dan hidrogen ini, biasanya digunakan gelombang mikro.
Pengeringan merupakan
salah satu proses pengolahan pangan yang sudah lamadikenal. Tujuan dari proses
pengeringan adalah : menurunkan kadar air bahansehingga bahan menjadi lebih
awet, mengecilkan volume bahan sehinggamemudahkan dan menghemat biaya
pengangkutan, pengemasan dan penyimpanan. Di samping itu banyak bahan hasil
pertanian yang hanya digunakan setelah dikeringkan terlebih dahulu kopi, teh
dan biji-bijian. Meskipun demikian ada kerugian yang ditimbulkan
selama pengeringan yaitu terjadinya perubahan sifat fisik dan kimiawi
bahan serta terjadinya penurunan mutu bahan
2.2
Prinsip Dasar Pengeringan
Proses pengeringan pada prinsipnya
menyangkut proses pindah panas danpindah massa yang terjadi secara
bersamaan (simultan). Pertama-tama panas harusditransfer dari
medium pemanas ke bahan. Selanjutnya setelah terjadi penguapan air,uap air yang
terbentuk harus dipindahkan melalui struktur bahan ke
mediumsekitarnya. Proses ini akan menyangkut aliran fluida di
mana cairan harus ditransfer melalui struktur
bahan selama proses pengeringan berlangsung. Jadi
panas harusdisediakan untuk menguapkan air dan air harus mendifusi melalui
berbagai macamtahanan agar supaya dapat lepas dari bahan dan berbentuk uap
air yang bebas. Lamaproses pengeringan tergantung pada bahan yang dikeringkan
dan cara pemanasanyang digunakan.Dengan sangat terbatasnya kadar air pada bahan
yang telah dikeringkan, makaenzim-enzim yang ada pada bahan menjadi tidak aktif
dan mikroorganisme yang
adapada bahan tidak dapat tumbuh. Pertumbuhan
mikroorganisme dapat dihambat,bahkan beberapa jenis dimatikan karena
mikroorganisme seperti umumnya jasadhidup yang lain membutuhkan
air untuk proses metabolismenya. Mikroorganismehanya dapat hidup
dan melangsungkan pertumbuhannya pada bahan dengan kadar airtertentu. Walaupun setelah
proses pengeringan secara fisik masih terdapat (tersisa)molekul-molekul air
yang terikat, tetapi molekul air tersebut tidak dapat
dipergunakanoleh mikrooganisme. Di samping itu enzim tidak mungkin
aktif pada bahan yangsudah dikeringkan, karena reaksi biokimia
memerlukan air sebagai medianya.Berdasarkan hal tersebut, berarti kalau kita
bermaksud mengawetkan bahan melaluiproses pengeringan, maka harus diusahakan
kadar air yang tertinggal tidak mungkindipakai untuk aktivitas enzim dan
mikroorganisme.Mekanisme keluarnya air dari dalam bahan selama pengeringan
adalahsebagai berikut:
- Air
bergerak melalui tekanan kapiler.
-
Penarikan
air disebabkan oleh perbedaan konsentrasi larutan disetiap bagian bahan.
-
Penarikan air ke permukaan bahan disebabkan oleh absorpsi dari lapisan-lapisanpermukaan
komponen padatan dari bahan.4. Perpindahan air dari bahan ke udara disebabkan
oleh perbedaan tekanan uap.Faktor-faktor yang berpengaruh dalam kecepatan
pengeringan tersebut adalah:
a.
Luas Permukaan
Air menguap melalui permukaan bahan,
sedangkan air yang ada di bagiantengah akan merembes ke bagian permukaan dan
kemudian menguap. Untuk mempercepat pengeringan umumnya bahan pangan yang
akan dikeringkan dipotong-potong atau di iris-iris terlebih dulu.Hal ini
terjadi karena: (1) pemotongan ataupengirisan tersebut akan memperluas
permukaan bahan dan permukaan yang luasdapat berhubungan dengan medium
pemanasan sehingga air mudah keluar, (2)potongan-potongan kecil atau lapisan
yang tipis mengurangi jarak dimana panas harusbergerak sampai ke pusat bahan
pangan. Potongan kecil juga akan mengurangi jarak melalui massa air dari
pusat bahan yang harus keluar ke permukaan bahan dankemudian keluar dari bahan
tersebut.
b.
Perbedaan Suhu dan Udara Sekitarnya
Semakin besar perbedaan suhu antara medium
pemanas dengan bahan panganmakin cepat pemindahan panas ke dalam bahan dan
makin cepat pula penghilanganair dari bahan. Air yang keluar dari bahan yang
dikeringkan akan menjenuhkan udarasehingga kemampuannya untuk menyingkirkan air
berkurang. Jadi dengan semakintinggi suhu pengeringan maka proses pengeringan
akan semakin cepat. Akan tetapibila tidak sesuai dengan bahan yang dikeringkan,
akibatnya akan terjadi suatu peristiwa yang disebut "Case
Hardening", yaitu suatu keadaan dimana bagian luarbahan sudah kering
sedangkan bagian dalamnya masih basah.
c.
Kecepatan Aliran Udara
Udara yang bergerak dan mempunyai gerakan yang
tinggi selain dapatmengambil uap air juga akan menghilangkan uap air tersebut
dari permukaan bahanpangan, sehingga akan mencegah terjadinya atmosfir jenuh
yang akan memperlambatpenghilangan air. Apabila aliran udara disekitar tempat
pengeringan berjalan denganbaik, proses pengeringan akan semakin cepat, yaitu
semakin mudah dan semakincepat uap air terbawa dan teruapkan.
d. Tekanan Udara
Semakin kecil tekanan
udara akan semakin besar kemampuan udara untuk mengangkut air selama
pengeringan, karena dengan semakin kecilnya tekanan berartikerapatan udara
makin berkurang sehingga uap air dapat lebih banyak tetampung dandisingkirkan
dari bahan pangan. Sebaliknya jika tekanan udara semakin besar makaudara
disekitar pengeringan akan lembab, sehingga kemampuan menampung uap airterbatas
dan menghambat proses atau laju pengeringan.
2.2.1 Pengeringan Komoditas Pertanian
Untuk mengeringkan produk pertanian terdapat beberapa tipe
pengeringan yangdigunakan. Pada umumnya pemilihan tipe pengeringan berdasarkan
jenis komoditi,bentuk akhir produk yang dikehendaki, faktor ekonomi dan kondisi
operasinyaSecara garis besar pengeringan dapat dibedakan atas pengeringan alami
(naturaldrying atau disebut juga sun drying) dan pengeringan
buatan(artificial drying).Pengeringan secara alami dapat dilakukan dengan cara
menjemur di bawah sinarmatahari (penjemuran), sedangkan pengeringan secara
buatan dilakukan denganmenggunakan alat pengering mekanis. Pengeringan buatan atau
dehidrasi berarti mengendalikan kondisi iklim di dalam suatu ruangan mikro.
Sedang pengeringan dengan matahari kondisinya berdasarkankeadaan alam atau
cuaca. Bahan yang dikeringkan secara dehidrasi memiliki kualitas yang lebih
baik dari pada dengan pengeringan alami
2.3 Jenis- Jenis Pengeringan
a. Pengeringanan alami
Penjemuran merupakan proses pengeringan yang sederhana
dan murah karena sinar matahari tersedia sepanjang tahun dan
tidak memerlukan peralatan khusus. Sarana
utama yang dibutuhkan untuk penjemuranadalah lantai penjemur
atau lamporan berupa lantai semen atau lantai plesteran batubata.
Pengeringan dengan cara penjemuran mempunyai beberapa kelebihan antara lain : a).tidak memerlukan bahan bakar sehingga biaya
pengeringan rendah, b). dapatmemperluas kesempatan kerja, dan c). sinar infra
merah matahari mampu menembussel-sel bahan. Sedangkan kekurangannya adalah : a). suhu pengeringan dan RH tidak dapat dikontrol dengan baik, b). memerlukan tempat yang luas, c). kemungkinanterjadinya susut bobot tinggi karena mungkin ada
gangguan ternak dan burung, d).hanya dapat berlangsung bila cuaca baik, e). kebersihan bahan tidak terjamin, f).waktu pengeringan lama, dan g). proses
pengeringan tidak dapat berjalan secarakonstan karena intensitas sinar matahari
tidak tetap.
b. Pengering mekanis
Dibedakan menjadi 2 tipe
yaitu 1. pengering adiabatisdimana panas di bawa ke dalam
pengering oleh gas yang panas. Gas memberikapanas kepada air di
dalam bahan pangan dan membawa ke luar uap air yangdihasilkan. Gas panas dapat
merupakan hasil pembakaran atau pemanasan udara. 2.Pengeringan panas melalui
permukaan padat dimana panas dipindahkan melalui suatuplat ogam yang juga
memebaa produk tersebut. Produk biasanya diletakkan dalamsuatu ruangan
hampa dan uap air dikeluarkan dengan suatu pompa hampa.
Dalambebrapa hal produk dikenai udara yang dipakai dan uap air dikeluarkan
denganmengadakan sirkulasi udara tersebut. Pengering mekanis telah menggunakan
teknologi-teknologi untuk memudahkan pengeringan dengan sebuah alat.
c. Pengering adiabatic Pengering kabinet
Pengering ini terdiri dari
suatu ruangan dimana rigen-rigen produk yang dikeringkan
dapat diletakkan di dalamnya. Di dalam pengeringyang
berukuran besar rigen-rigen pengering disusun di atas kereta untuk
memudahkanpenanganannya; didalam unit yang berukuran kecil, rigen-rigen pengering
dapatdisusun di atas suatu penyangga yang tetap di dalam pengering tersebut.
Udaradihebuskan dengan menggunakan kipas angin melalui suatu pemanasan
(biasanya koiluap bersirip) dan kemudian menembus rigen-rigen pengering yang
berisi bahan yangdikeringkan.
Berbagai Tipe pengering
kabinetPengering kabinet biasanya merupakan pengering yang paling
murahpembuataanya, mudah peneliharaannya, dan sangat luwes penggunaannya.
Padaumumnya pengering ini digunakan untuk penelitian-peneitian dehidrasi
sayuran dan buah-buahan di dalam
laboratorium, dan di dalam skala kecil dan digunakan secarakomersial yang
bersifat musiman.
d. Pengering Terowongan
Merupakan pengering yang
sangat umum digunakandalam dehidrasi buah-buahan dan sayuran. Pengering ini
dapat mengurangi biayaburuh dan hasil yang seram namun diperlukan instalasi dan
investasi yang sangatbesar Prinsip kerjanya adalah bahan diletakkan dalam kereta
yang berisi rigen-rigenpanjang terowongan berkisar 35 sampai 50 kaki. Udara
panas dimasukkan mealuirigen searah dengan gerakan produk. Namun dapat juga
udara panas dikhembuskanberlawanan dengan gerakan produk hal ini akan
menimbulkan produk yang sangatkering.
e. Pengering Tungku
Pada umumnya pengering
ini terdiri dari suatu bangunanbertingkat dua. Lantai atas tersusun oleh kerai
yang bercelah sempit, dimana produk bahan yang akan dikeringkan
dihamparkan diatasnya. Gas yang panas dihasilkan olehsuatu tungku atau perapian
yang berada pada lantai pertama kemudian mengalirmelalui produk secara konveksi
alami atau dengan bantuan kipas angin. Bahan harusselalu dibalik dan diaduk,
dan untuk mengeringkan diperlukan waktu yang relatif lama. Pengeringan
tungku ini digunakan untuk mengeringkan produk-produk sepertiirisan apel, hop,
dan seringkali mengeringkan kentang.
2.4 Metode dan Alat Pengeringan
Batch Tray Dryer (Batch Drying)
Metode batch merupakan metode tray drying yang paling sederhana. Tray dryerterdiri dari bilik pemanasan yang terbuat dari kayu atau logam-logam
tertentu. Tray/kolom yang telah dimasukkan material yang ingin
dikeringkan kemudian di letakkan secara bersusun dalam kolom. Setelah ruangan
ditutup, maka udara panas dialirkan ke dalam ruang pemanas hingga semua bahan
menjadi kering.
Udara panas yang masuk dari sebelah bawah ruang
menyebabkan material yang ada kolom yang paling bawah menjadi yang paling
pertama kering. Setelah tenggat waktu tertentu, tray akan dikeluarkan dan material yang telah kering
diambil. Material lain yang ingin dikeringkan dimasukkan dan prosedur terjadi
berulang-ulang.
Solar Dryer (Continuous
Drying)
Solar drying merupakan metode pengeringan yang saat ini sering
digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan makanan hasil panen. Metode ini
bersifat ekonomis pada skala pengeringan besar karena biaya operasinya lebih
murah dibandingkan dengan pengeringan dengan mesin. Prinsip dari solar drying ini adalah pengeringan dengan menggunakan bantuan
sinar matahari. Perbedaan dari pengeringan dengan sinar matahari biasa adalah solar drying dibantu dengan alat sederhana sedemikian rupa sehingga
pengeringan yang dihasilkan lebih efektif.
Metode solar drying sering digunakan untuk
mengeringkan padi. Namun karena pada prinsipnya pengeringan adalah untuk
mengurangi jumlah air (kelembaban) bahan, maka metode ini juga bisa
diaplikasikan untuk bahan makanan lain.
Cara kerja solar
dryer adalah sebagai berikut:
Bahan yang ingin dikeringkan dimasukkan ke dalam
bilik yang berada pada ketinggian tertentu dari permukaan tanah. Udara sekitar
masuk melalui saluran yang dibuat lebih rendah daripada bilik pemanasan dan
secara otomatis terpanaskan oleh sinar matahari secara konveksi pada saat udara
tersebut mengalir menuju bilik pemanasan. Udara yang telah terpanaskan oleh
sinar matahari kemudian masuk kedalam bilik pemanas dan memanaskan bahan
makanan. Pengeringan bahan makanan jadi lebih efektif karena pemanasan yang
terjadi berasal dari dua arah, yaitu dari sinar matahari secara langsung
(radiasi) dan aliran udara panas dari bawah (konveksi).
SprayDryer(ContinuousDrying)
Metode mengeringan spray drying merupakan metode pengeringan yang paling banyak
digunakan dalam industri terutama industri makanan. Metode ini mampu
menghasilkan produk dalam bentuk bubuk atau serbuk dari bahan-bahan seperti
susu, buah buahan, dll.
Bagian-bagian dari unit spray dryer:
o
feed pump
o
atomizer
o
Pemanas uap (air heater)
o
Pendispersi udara (air disperse)
o
drying chamber
o
recovery powder system
o
pembersih udara keluaran
Cara
kerja spray dryer adalah sebagai berikut:
Pertama-tama seluruh air dari bahan yang ingin
dikeringkan, diubah ke dalam bentuk butiran-butiran air dengan cara diuapkan menggunakan atomizer.
Air dari bahan yang telah berbentuk tetesan-tetesan tersebut kemudian di
kontakan dengan udara panas. Peristiwa pengontakkan ini menyebabkan air dalam
bentuk tetesan-tetesan tersebut mengering dan berubah menjadi serbuk.
Selanjutnya proses pemisahan antara uap panas dengan serbuk dilakukan dengan cyclone atau penyaring. Setelah di pisahkan, serbuk kemudian kembali diturunkan
suhunya sesuai dengan kebutuhan produksi
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pengeringan adalah suatu
peristiwa perpindahan massa dan energi yang terjadi dalam pemisahan cairan atau
kelembaban dari suatu bahan sampai batas kandungan air yang ditentukan dengan
menggunakan gas sebagai fluida sumber panas dan penerima uap cairan Pengeringan juga dapat
berlangsung dengan cara lain yaitu dengan memecahkan ikatan molekul-molekul air
yang terdapat di dalam bahan. Apabila ikatan molekulmolekul air yang terdiri
dari unsur dasar oksigen dan hidrogen dipecahkan, maka molekul tersebut akan
keluar dari bahan. Akibatnya bahan tersebut akan kehilangan air yang dikandungnya
untuk mengurangi pembusukan atau kerusakan pada makanan. Terdapat jenis
pengeringan alami dan pengeringan mekanis, dimana pengeringan alamai
menggunakan sinar dan pengeringan mekanis menggunakan alat-alat atau mesin-mesin.
Ada beberapa metode atau alat-alat yang dapat
digunakan yaitu SprayDryer
(ContinuousDrying) , Batch Tray Dryer (Batch Drying), dan Solar
Dryer (Continuous Drying), ketiga metode tersebut memiliki car kerja
masing-masing yang memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengeringkan bahan
pangan atau hasil pertanian.
Comments
Post a Comment
terima kasih atas kritik dan saran menbangunnya