MESIN DAN PERALATAN
“ALAT PENGECILAN UKURAN”
OLEH :
KELOMPOK 5
1. Ida Ayu Istri Manik Iswari (1111205016)
2. I Gusti Bagus Arya Yudiastina (1111205028)
3. A.A Putri Cahaya Tyasdela (1111205029)
4. Putu Mutia Septiyaningsih (1111205031)
5. Gusti Ayu Made Dwi Teja Agustina (1111205035)
6. Ni Putu Irma Widyantari (1111205036)
7. Ni Putu Ita Purnamayanti (1111205038)
8. Adi Kurniawan Darwan (1111205042)
JURUSAN
TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS
TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS
UDAYANA
2012
Kata Pengantar
Puji dan
Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah yang berjudul
“Alat Pengecilan Ukuran” ini selesai tepat pada waktunya.
Dalam
penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya
itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.
Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat kepada kita.
Bukit Jimbaran, 8
Maret 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Alat dan mesin pertanian diproduksi
dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan mutu hasil olahannya
sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari komoditas hasil pertanian
tersebut. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
hasil pertanian adalah dengan cara meningkatkan efisiensi penanganan
pascapanen. Secara ekonomis penggunaan mesin pengecil ukuran lebih mudah
dilakukan dan lebih murah jika dilakukan secara manual. Selain itu, operasi
pengecilan ukuran merupakan salah satu perlakuan pendahuluan yang dapat
mempermudah proses-proses selanjutnya.
Pengecilan
ukuran merupakan salah satu proses dalam industri pengolahan bahan pertanian.
Proses ini bisa merupakan proses utama maupun operasi pembantu dalam suatu
industri. Pengecilan ukuran dapat dilakukan dengan berbagai peralatan industri.
Setiap alat ini mempunyai cara kerja masing-masing dan menghasilkan produk
dengan ukuran tertentu.
Peralatan pengecil ukuran dapat
dikelompokkan menjadi mesin penghancur, mesin penggiling, mesin penggiling
sangat halus, dan mesin pemotong. Prinsip kerja masing-masing alat di atas
berbeda-beda. Aksi utama dari mesin penghancur adalah kompresi. Mesin
penggiling menerapkan pukulan dan gilingan serta kadang-kadang dikombinasikan
dengan kompresi. Mesin penggiling sangat halus bekerja dengan menerapkan
prinsip gesekan. Mesin pemotong bekerja dengan menggunakan aksi potong.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.
Apakah yang dimaksud dengan pengecilan
ukuran, serta cara pengecilan ukuran ?
2.
Apakah jenis-jenis alat pengecilan
ukuran beserta prinsip kerja dari alat pengecilan ukuran tersebut?
3.
Apa saja contoh dari alat pengecilan
ukuran ?
1.3
Tujuan
Penulisan
1.
Mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan
pengecilan ukuran serta cara pengecilan ukuran.
2.
Mendeskripsikan jenis-jenis alat
pengecilan ukuran beserta prinsip kerjanya.
3.
Mendeskripsikan contoh dari alat
pengecilan ukuran.
1.4
Manfaat
Penulisan
1.
Mengetahui apa yang dimaksud dengan alat
pengecilan ukuran serta cara pengecilan ukuran.
2.
Mengetahui jenis-jenis alat pengecilan
ukuran beserta prinsip kerjanya.
3.
Mengetahui apa contoh dari alat
pengecilan ukuran.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengecilan Ukuran
Pengecilan
ukuran secara umum digunakan untuk menunjukkan pada suatu operasi, pembagian
atau pemecahan bahan secara mekanis menjadi bagian yang berukuran kecil (lebih
kecil) tanpa diikuti perubahan sifat kimia. Pengecilan ukuran dilakukan untuk
menambah permukaan padatan sehingga pada saat penambahan bahan lain pencampuran
dapat dilakukan secara merata.
Pengecilan
ukuran dapat diartikan juga sebagai suatu bentuk proses penghancuran dari
pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil oleh gaya mekanik.
Terdapat empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin pengecilan ukuran, yaitu
(1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang keras; (2) impact atau
pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur kasar; (3) attrition,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus dan; (4) cutting,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk tertentu (Mc.
Cabe, et. al.,1976).
Menurut Brennan
et. al. (1974), pengecilan ukuran bertujuan
untuk :
1. Membantu proses ekstraksi
2. Memperkecil bahan sampai dengan ukuran tertentu untuk
maksud tertentu
3. Memperbesar luas permukaan bahan untuk proses lebih
lanjut
4. Membantu proses pencampuran
Menurut Henderson dan Perry (1982),
pada prinsipnya pengecilan ukuran diklasifikasikan menurut produk akhir yang
dihasilkan. Yang pertama adalah pengecilan ukuran ekstrim yaitu merubah dimensi
ukuran bahan secara signifikan, misalnya penggilingan dan penggerusan. Kedua
adalah pengecilan bahan yang menghasilkan ukuran produk yang masih berdimensi
besar atau nisbah produk akhir dengan awalnya tidak terlalu signifikan,
misalnya pada proses pemotongan dan pengemasan.
Semua cara yang digunakan untuk memotong
partikel zat padat dan dipecahkan menjadi kepingan – kepingan yang lebih kecil
dinamakan size reduction atau pemecahan/ pengecilan ukuran. Di
dalam industri pengolahan, zat padat diperkecil dengan berbagai cara yang
sesuai dengan tujuannya. Produk –produk komersial biasanya harus memenuhi
spesifikasi yang sangat ketat dalam hal ukuran maupun bentuk partikelnya
yang sangat berpengaruh terhadap reaktifitas zat padat tersebut.
Pemecahan ini juga dapat memisahkan komponen yang mungkin tidak diinginkan
dengan cara mekanik, serta dapat juga memperkecil bahan – bahan berserat
untuk memudahkan proses penanganannya.
Secara umum tujuan dari size reduction atau
pemecahahan ini adalah:
·
Menghasilkan
padatan dengan ukuran maupun spesifik permukaan tertentu
· Memecahkan bagian dari mineral
atau kristal dari persenyawaan kimia yang terpaut pada padatan tertentu.
· Mempermudah ekstraksi unsur tertentu
dan struktur komposisi.
· Penyesuaian dengan kebutuhan
spesifikasi produk atau mendapatkan bentuk tertentu.
· Untuk menambah luas permukaan
padatan
· Mempermudah pencampuran bahan secara
merata
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan alat size
reduction:
·
Ukuran
umpan,
·
Size
reduction ratio,
·
Distribusi
ukuran partikel dii arus produk,
·
Kapasitas,
·
Sifat
bahan, seperti hardness, abrasiveness, stickiness, densitas, flammability.
·
Kondisi
basah atau kering.
Beberapa cara untuk memperkecil ukuran zat padat dapat
dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, yaitu:
·
Kompresi
(tekanan)
Prinsip kerja dari kompresi adalah
dengan tekanan yang kuat terhadap buah, Biasannya, penghancuran ini untuk
menghancurkan buah yang keras. Alat dari kompresi ini dinamankan chrushing
rolls. Proses ini dilakukan dengan memberikan gaya tekan yang besar sambil
dilakukan penggesekan pada suatu permukan padat, sehingga bahan terpecah dengan
bentuk yang tidak tertentu. Umumnya, permukaan alat dibuat dengan kekerasan
tertentu, sehingga dapat membentuk pencabikan bahan.
·
Impak
(pukulan)
Pemukulan adalah operasi pengecilan
ukuran dengan memanfaatkan gaya impact, yaitu pemberian gaya yang besar dalam
waktu yang singkat. Prinsip kerja dari impact adalah dengan memukul buah. Alat
yang biasa digunakan yaitu hammer mill. Alat ini untuk menghasilkan bahan
dengan ukuran kasar, sedang, dan halus. Bahan yang berserat atau kenyal tidak
dapat dikecilkan ukurannya dengan cara pemukulan, karena gaya impact tidak
dapat menyebabkan pecahnya bahan menjadi bagian yang lebih kecil. Demikian pula
bahan yang besar, tidak dapat dikecilkan ukuranya dengan cara pemukulan karena
akan merusak bentuk asal. Jika pemukulan dilakukan dengan penahan, maka
dikatakan terjadi peristiwa atau proses penggerusan atau penumbukan.
Sebaliknya, jika tanpa penahan dikatakan proses pemukulan saja. Pemukulan cocok
dilakukan pada bahan yang keras tetapi rapuh dalam kondisi kering. Sedangkan
untuk bahan yang rapuh dan sedikit berserat seperti biji-bijian dilakukan
dengan cara penggerusan. Selain itu, penggerusan dapat dilakukan pada bahan
kering ataupun basah. Umumnya, pada bahan yang basah dilakukan dengan
penambahan air sebagai media pendingin alat penggerus.
·
Atrisi
(gesekan)
Atrisi menghasilkan zat yang sangat halus dari bahan yang
lunak dan tidak abrasif.
·
Pemotongan
Merupakan cara pengecilan ukuran
dengan menghantamkan ujung suatu benda tajam pada bahan yang dipotong. Struktur
permukaan yang terbentuk oleh proses pemotongan relatif halus, pemotongan lebih
cocok dilakukan untuk sayuran dan bahan lain yang berserat. Perajangan biasanya
hanya dilakukan pada bahan yang ukurannya agak besar dan tidak lunak seperti
akar, rimpang, batang, buah dan lain-lain. Ukuran perajangan tergantung dari
bahan yang digunakan dan berpengaruh terhadap kualitas simplisia yang
dihasilkan. Perajangan bahan dapat dilakukan secara manual dengan pisau yang
tajam dan terbuat dari stainlees ataupun dengan mesin pemotong/ perajang.
Bentuk irisan split atau slice tergantung tujuan pemakaian. Untuk tujuan
mendapatkan minyak atsiri yang tinggi, bentuk irisan sebaiknya adalah membujur
(split) dan jika ingin bahan lebih cepat kering bentuk irisan sebaiknya
melintang (slice). Perajangan terlalu tipis dapat mengurangi zat aktif yang
terkandung dalam bahan. Sedangkan jika terlalu tebal, maka pengurangan kadar
air dalam bahan agak sulit dan memerlukan waktu yang lama dalam penjemuran dan
kemungkinan besar bahan mudah ditumbuhi oleh jamur.
2.2 Jenis – jenis alat pengecilan
ukuran
Peralatan pemecahan atau pengecilan
ukuran zat padat dapat dibedakan berdasarkan bagaimana tenaga pemecah
dilakukan, yaitu sebagai berikut:
·
Antara
dua permukaan padatan, seperti crushing dan shearing.
·
Pada
satu permukaan padatan, seperti pukulan (impact).
·
Tidak
pada permukaan padatan tertentu tetapi sebagai media disekitar padatan, seperti
coloid mill.
·
Tidak
dengan energi mekanik melainkan menggunakan thermal shock, explosive
shattering, electrohydroulyc.
Berdasarkan ukuran zat padat yang akan dikecilkan (umpan)
maka peralatan pemecah atau pengecil ukuran zat padat dibedakan atas:
·
Pemecahan
kasar, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran umpan antara 2 sampai 96 inchi.
·
Pemecahan
antara (intermediate), yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran antara 2 sampai
3 inchi
·
Pemecah
halus, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran 0.25 sampai 0.5 inchi.
Berdasarkan cara kerja dan ukuran produk yang diperoleh,
maka peralatan size reduction dapat dibedakan menjadi empat kelompok
yaitu:
1. Crusher (mesin pemecah)
2. Grinder (mesin giling)
3. Ultrafine Grinder (mesin giling ultra halus)
4. Cutting machine (mesin pemotong)
Peralatan yang digunakan :
a. Hammer Mill
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja hammer
mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu pemukul di
sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang berputar dan
bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya akan terjadi
pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan bahan yang
dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul dapat
juga terjadi sedikit gaya sobek.
Penggiling palu ( Hammer Mill )
merupakan penggiling yang serbaguna, dapat digunakan untuk bahan kristal padat,
bahan berserat dan bahan yang agak lengket. Pada skala industri penggiling ini
digunakan untuk lada dan bumbu lain, susu kering, gula dan lain-lain
(Wiratakusumah, 1992).
Menurut Mc Colly (1955), penggunaan hammer mill mempunyai beberapa keuntungan
antara lain adalah :
1. konstruksinya sederhana
2. dapat digunakan untuk menghasilkan hasil gilingan yang
bermacam-macam ukuran
3. tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam bahan dan
beroperasi tanpa bahan
4. biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah dibandingkan
dengan burr mill
Sedangkan beberapa kerugian
menggunakan hammer mill antara lain
adalah :
1. biasanya tidak dapat menghasilkan gilingan yang seragam
2. biaya pemasangan mula-mula lebih tinggi dari pada
menggunakan burr mill
3. untuk gilingan permulaan atau gilingan kasar dibutuhkan
tenaga yang relatif besar sampai
batas-batas tertentu.
Bagian utama dari hammer
mill adalah corong pemasukan, pemukul, corong pengeluaran, motor penggerak,
alat transmisi daya, rangka penunjang dan ayakan :
Corong
pemasukan
Corong pemasukan terbuat dari plat
esher 1.5 mm, bagian atas dari corong pemasukan berbentuk bujur sangkar dengan
ukuran 350 mm x 350 mm dan bagian bawahnya menyempit sampai 90 mm x 50 mm
dengan kemiringan dinding corong 40o.
Pemukul
Pemukul terbuat dari stainless
steel. Pada bagian ini terdapat lima pasang pemukul yang juga terbuat dari
bahan stainless steel. Ukuran pemukul adalah antara 100 mm x 25 mm x 5 mm dan
pada kedua sisi pemukul dibuat tajam, hal ini bertujuan agar sisi pemukul yang
satu dapat menggantikan sisi pemukul yang sudah tumpul dengan cara membalik
posisi. Pemukul dipasang dengan posisi horizontal dengan jumlah lima pasang
yang disatukan oleh empat buah poros yang terbuat dari stainless steel dengan
berdiameter 10 mm dipasang vertikal.
Saringan
Saringan yang
digunakan pada hammer mill terbuat
dari plat baja. Pada hammer mill
saringan memegang peranan penting dalam menentukan besar ukuran butir
biji-bijian, saringan dapat diganti-ganti tergantung dati besar ukuran butir
hasil gilingan yang dikehendaki.
Corong
pengeluaran
Corong pengeluaran terbuat dari plat
esher 1.5 mm yang berbentuk kerucut terpancung pada posisi terbalik. Diameter
corong adalah 550 mm dan diameter bawahnya adalah 120 mm.
Ayakan
Alat ini berukuran 600 mm x 600 mm
yang mana konstruksinya terbuat dari kayu dengan bentuk seperti trapezium dan
kostruksi penyangga terbuat dari plat siku 25 mm x 25 mm x 2.5 mm dengan
ukurannya sama dengan ukuran ayakan. Posisi ayakan ini adalah miring dengan
kemiringan 10oC, ini bertujuan untuk memudahkan gerak dari transmisi
yang menggerakkan ayakan dan mempercepat proses pengayakan.
Motor
penggerak
Motor penggerak yang digunakan
adalah motor listrik dengan daya dan kecepatan putaran berturut-turut 1 hp dan
148 rpm. Motor tersebut dipasang pada dudukan yang terbuat dari baja plat 8 mm
yang berukuran 250 mm x 147 mm yang dipasang dengan sebuah engsel. Fungsi
engsel adalah jarak antara poros terhadap motor dengan poros utama dapat diatur
untuk memperoleh tegangan sabuk yang diinginkan.
Menurut Smith (1955), tipe hammer mill dibedakan berdasarkan sifat
dari gigi penggiling yaitu gigi penggiling dapat berayun bebas pada porosnya
dan gigi penggiling tidak dapat berayun bebas pada porosnya (statis). Kedua
tipe hammer mill tersebut dalam
operasinya tidak mempunyai banyak perbedaan, yang penting diperhatikan adalah
jumlah ketebalan dari gigi-gigi penggiling.
•
HAMMER
MILLS
– Prinsip seperti pemecahan
menggunakan palu
b. Disk mill
Disc mill merupakan
jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan produk dalam ukuran sedang
maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan lainnya. Alat ini digunakan
untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur biji kedelai dalm keadaan
kering maupun basah.
Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja
yang sama seperti dengan stone mill.
Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang dipasangkan pada sebuah shaft.
Terdapat dua macam disk mill yaitu
(1) disk mill yang bergerak pada satu
roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk
mill dimana kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu piringan
terpasang permanen (stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua,
piringan berputar bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan satu dengan
lainnya. Bahan yang akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong
pemasukan) yang mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami
gesekan diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan
halus (AEL, 1976). Bagian-bagian dari disc
mill adalah sebagai berikut :
Corong pemasukan
Corong
ini berfungsi untuk memasukkan biji yang akan
dikupas kulit arinya dan dihancurkan. Bagian ini dilengkapi dengan katup
pemasukkan untuk mengatur jumlah biji yang akan dikupas oleh cakram sehingga
pengupasan akan berjalan lancar.
Penyemprot air
Penyemprot
air berfungsi untuk membantu kelancaran turun dan keluarnya biji ke ruang
pengupasan. Air akan mendorong biji agar jatuh ke ruang pengupasan. Pada
praktikum ini tidak dilakukan penyemprotan air.
·
Ruang pengupasan dan penghancuran
Ruang
pengupasan berfungsi sebagai tempat mengupas dan menghancurkan sekaligus
sebagai rangka dudukan bagi landasan gesek. Ruangan ini diberi penutup dan dibuat
agak rapat agar kedelai tidak lolos keluar sebelum mengalami pengupasan dan
penghancuran.
·
Dinding penutup dan cakram
Dinding
penutup dan cakram berfungsi sebagai pengupas dan penghancur biji karena
adanaya gerak putar dari cakram terhadap diniding penutup yang diam. Biji yang
terkupas dan hancur itu merupakan akibat dari efek atrisi dan kompresi dari
cakram.
·
Poros penggerak
Poros
penggerak berfungsi untuk memutar silinder pengupas yang digerakkan oleh motor
listrik dengan menggunakan puli dan belt sebagai penyalur daya. Pada poros
penggerak terdapat pengunci untuk mengatur jarak antar cakram. Semakin kecil
jarak antar cakram maka ukuran hasil pengolahan akan semakin halus.
·
Corong pengeluaran
Corong pengeluaran berfungsi
untuk mengeluarkan biji
yang telah
dikupas dan dihancurkan yang terletak di bagian bawah silinder pengupas. Biji yang akan pecah
dan keluar dari corong ini masih bercampur dengan kulit arinya.
Gambar Disk Mill
c.
Multi
mill
Multi mill bekerja
dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan cara menghantam bahan dengan padatan, yang
biasanya berupa besi, sehingga momentum yang terdapat pada pergerakan besi
tersebut dapat memecah ikatan antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada besi yang digunakan untuk menghantam
bahan. Pada multi mill besi yang
digunakan mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi
berujung tumpul. Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi
yang mana yang akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan
untuk berbagai jenis bahan sehingga disebut multi
mill.
Multi mill dapat digunakan untuk berbagai macam bahan. Pada industri multi mill ini digunakan dalam aplikasi
penepungan basah dan kering, serta pembubukan. Industri yang sering menggunakan
alat ini adalah industri farmasi, kimia, kosmetik, keramik, indsutri serta
industri pangan. Multi mill juga
ditemukan pada pembuatan pestisida, pupuk, detergen, insektisida, plastik, dan
industri resin.
Gambar Multi Mill
d.
Attrition
mills
o Terdiri atas dua plat kasar yang
saling berhadapan, satu diam dan satunya lagi berputar.
o Material diumpankan ke ruang
diantara kedua plat, dan diperkecil melalui pemecahan dan penggeseran.
o Jika material diumpankan secara
pelan, maka pengecilan terjadi utama sekali akibat geseran
o Jika diumpankan dengan cepat maka
pengecilan lebih diakibatkan oleh pemecahan
o Jika terjadi pengumpanan berlebih
maka efektivitas alat menurun dan timbul panas berlebih
o Kecepatan operasi biasanya dibawah
1200 RPM
o Kehalusan output dikendalikan oleh
jenis plat dan spacing
Attrition Mills,prinsip seperti
pekerjaan mengampelas. :
e. Jaw Crusher
o Prinsip seperti gigi geraham
menghancurkan makanan
Jaw
Crusher bekerja mengandalkan kekuatan motor. Melalui roda motor, poros
eksentrik digerakkan oleh sabuk segitiga dan slot wheel untuk membuat jaw plate
bergerak seirama. Oleh karena itu, material dalam rongga penghancuran yang
terdiri dari jaw plate, jaw plate yang bergerak dan side-lee board dapat
dihancurkan dan diberhentikan melalui pembukaan pemakaian.
Jaw
Crusher adalah type crusher yang paling umum, dimana sistem kerjanya
memampatkan / menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk
menghancurkan batu jenis batu yang keras, seperti batu kali, batu pegunungan,
batu mineral, batu emas, batu mangan, batu besi, dsb. Unjuk kerja dari Jaw
Crusher sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan
kekuatan Shaft, karena kedua komponen tersebut berperan vital. Untuk
operasional produksi penambangan Jaw Crusher ini tidak bisa berdiri sendiri,
harus didukung dengan peralatan2 yang lain.
Gambar
Jaw Crusher
f.
Roller
Mills
o Prinsip kerja penggilingan
LINGKUP
PENGGUNAAN
Hal ini
digunakan untuk menggiling dan menghancurkan gandum di tanaman sereal
pengolahan.
Hal ini dirancang untuk mendapatkan tepung dan semolina dalam tepung dan pabrik
semolina dengan mengolah gandum dibersihkan.
APLIKASI BIDANG
* Pada industri makanan
- Tepung
& semolina pabrik,
- Jagung,
barley, rye dan tanaman sereal sama pengolahan,
* Pada
industri makanan lainnya untuk rolling, menghancurkan dan proses serupa
lainnya.
PRINSIP KERJA
Gulungan bekerja paralel secara otomatis dibuka dan ditutup oleh sistem
pneumatik yang digerakkan oleh sebuah unit kontrol elektronik. Gandum bersih
memasuki pabrik rol dalam cermin suatu cerat dan proses penggilingan dimulai.
Indikator tingkat Capacitive menyesuaikan jumlah butir, yang memasuki pabrik
rol dari inlet, yang mengontrol gulungan makan. Biji-bijian, yang mengalir
secara teratur melalui gulungan, mengalami pengolahan. Sistem penyesuaian, yang
menyediakan pendekatan yang sangat tepat dari gulungan satu sama lain, dapat
dengan mudah diintegrasikan dengan sistem otomatisasi. Udara, yang tersedot
melalui sistem pneumatik melalui saluran udara khusus diciptakan, menyediakan
aliran biasa gabah antara gulungan. Efisiensi dari pabrik rol meningkat karena
fitur tersebut. Produk digiling dibuang
ke dalam hopper, yang ditempatkan di bawah pabrik rol dan kemudian disampaikan
melalui suatu sistem pneumatik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pengecilan
ukuran dapat diartikan juga sebagai suatu bentuk proses penghancuran dari
pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil oleh gaya mekanik.
Terdapat empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin pengecilan ukuran, yaitu
(1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang keras; (2) impact atau
pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur kasar; (3) attrition,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus dan; (4) cutting,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk tertentu (Mc.
Cabe, et. al.,1976).
Macam-macam alat pengecil ukuran dan
prinsip kerjanya antara lain :
1. Hammer Mill
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja hammer mill adalah rotor dengan
kecepatan tinggi akan memutar palu-palu pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan
masuk akan terpukul oleh palu yang berputar dan bertumbukan dengan dinding,
palu atau sesama bahan. Akibatnya akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung
terus hingga didapatkan bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah
alat. Jadi selain gaya pukul dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.
2. Disc Mill
Disc mill merupakan
jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan produk dalam ukuran sedang
maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan lainnya. Alat ini digunakan
untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur biji kedelai dalm keadaan
kering maupun basah.
Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip
kerja yang sama seperti dengan stone
mill. Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang dipasangkan pada sebuah
shaft. Terdapat dua macam disk mill
yaitu (1) disk mill yang bergerak
pada satu roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu
piringan terpasang permanen (stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada
keadaan kedua, piringan berputar bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan
satu dengan lainnya. Bahan yang akan diproses dimasukkan melalui bagian atas
alat (corong pemasukan) yang mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan
akan mengalami gesekan diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih
kecil dan halus (AEL, 1976).
3. Multi Mill
Multi mill bekerja
dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan cara menghantam bahan dengan padatan, yang
biasanya berupa besi, sehingga momentum yang terdapat pada pergerakan besi
tersebut dapat memecah ikatan antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada besi yang digunakan untuk menghantam
bahan. Pada multi mill besi yang
digunakan mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi
berujung tumpul. Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi
yang mana yang akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan
untuk berbagai jenis bahan sehingga disebut multi
mill.
4. Attrition Mill
Terdiri atas dua plat kasar yang
saling berhadapan, satu diam dan satunya lagi berputar. Material diumpankan ke
ruang diantara kedua plat, dan diperkecil melalui pemecahan dan penggeseran.
Kehalusan output dikendalikan oleh jenis plat dan spacing. Attrition Mills
mempunyai prinsip kerja seperti pekerjaan mengampelas.
5. Jaw crusher
Prinsip
kerjanya seperti gigi geraham menghancurkan makanan. Sistem
kerjanya memampatkan / menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk
menghancurkan batu jenis batu yang keras, seperti batu kali, batu pegunungan,
batu mineral, batu emas, batu mangan, batu besi, dsb. Unjuk kerja dari Jaw
Crusher sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan
kekuatan Shaft, karena kedua komponen tersebut berperan vital.
6. Roller Mills
Gulungan
bekerja paralel secara otomatis dibuka dan ditutup oleh sistem pneumatik yang
digerakkan oleh sebuah unit kontrol elektronik. Gandum bersih memasuki pabrik
rol dalam cermin suatu cerat dan proses penggilingan dimulai. Indikator tingkat
Capacitive menyesuaikan jumlah butir, yang memasuki pabrik rol dari inlet, yang
mengontrol gulungan makan. Biji-bijian, yang mengalir secara teratur melalui
gulungan, mengalami pengolahan. Sistem penyesuaian, yang menyediakan pendekatan
yang sangat tepat dari gulungan satu sama lain, dapat dengan mudah
diintegrasikan dengan sistem otomatisasi. Udara, yang tersedot melalui sistem
pneumatik melalui saluran udara khusus diciptakan, menyediakan aliran biasa
gabah antara gulungan. Efisiensi dari pabrik rol meningkat karena fitur
tersebut. Produk digiling dibuang ke
dalam hopper, yang ditempatkan di bawah pabrik rol dan kemudian disampaikan
melalui suatu sistem pneumatik.
Daftar Pustaka
Wibawa, Indra.2012.Alat
Pengecil Ukuran.http://indrawibawads.wordpress.com/2012/01/06/alat-pengecil-ukuran-size-reduction/.Diakses
pada tanggal 8 Maret 2012
Anonim.2012.Pengecilan
Ukuran.www.ivd.uni-stuttgart.de/bilder/maier/hm_gr.jpg.Diakses pada tanggal
2012
Anonim.2012.Jaw
Crusher.http://id.sbmchina.com/jaw_crusher.html.Diakses pada tanggal 8 Maret
2012
Anonim.2012.Jaw
Crusher.http://balikpapan.olx.co.id/coal-crusher-crusher-batubara-stone-crusher-jaw-crusher-iid-130365650.Diakses
pada tanggal 8 Maret 2012
Anonim. 2012. Google Tanslate
Milling Roller.http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.alapala.com/en/products/product-portfolio/milling/roller-mill-machine-davm
Goyal Energy Solution (GES) is a leading name in the coal trading, coal mines, steel grade coal in north east India.
ReplyDeleteCoal Mines