BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Instrumentasi merupakan suatu alat
yang sangat penting dalam suatu sistem pengukuran yang salah satunya pengukuran
besarnya tinggi permukaan cairan, alat ini harus dapat berfungsi dengan baik
sesuai dengan kebutuhan instrumentasi di pabrik. Alat instrumentasi ini
merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil produksi, dimana alat
instrumentasi yang mengukur, mengontrol, mendeteksi, menganalisa, baik secara
manual maupun secara otomatis.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Apa
itu Fermentor?
2. Apa
fungsi dari Fermentor?
3. Apa
saja jenis-jenis Fermentor?
4. Apa
saja bagian-bagian dari Fermentor?
1.3
Tujuan
1. Mengetahui
apa itu Fermentor
2. Mengetahui
fungsi dari Fermentor
3. Mengetahui
jenis-jenis dari Fermentor
4. Mengetahui
bagian-bagian dari Fermentor
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi Fermentor
Menurut
Pujaningsih (2005), fermentor adalah tangki atau wadah dimana didalamnya
seluruh sel (mikrobia) mengubah bahan dasar menjadi produk biokimia dengan atau
tanpa produk sampingan.
Menurut
Saepudin dan Sateakasih (2009) bioreaktor/ reaktor biologi/ fermenter suatu
wahana/ tempat untuk keberlangsungan proses fermentasi /transformasi bahan
dasar menjadi produk yang dinginkan yang dilakukan oleh sistem enzim dalam
mikroba atau enzim yang diisolasi. Bioreaktor merupakan sistem tertutup utk
reaksi biologis dr suatu proses bioteknologi.
Menurut
Dwiari et al (2008), fermentor adalah peralatan untuk mengendalikan pertumbuhan
mikroorganisme dalam medium cair. Parameter-parameter seperti pH, komposisi
medium, suhu, pengadukan, konsentrasi metabolit dan gas dapat dimonitor serta
dikendalikan.
Menurut
Andheklawang (2008), bioreaktor (fermentor) merupakan bejana fermentasi aseptis
untuk produksi senyawa oleh mikrobia melalui fermentasi. Bioreaktor dirancang
untuk proses fermentasi secara anaerob dan aerob.
3.1
Fungsi
Fermentor
ü Untuk
menghasilkan produk oleh mikrobia baik kultur murni atau campuran, yang
dikendalikan menggunakan sistem komputer dalam mengatur faktor lingkungan dan
pertumbuhan serta kebutuhan nutriennya.
ü Sebagai
tempat terjadinya prosesfermentas
ü Memberikan
lingkungan yg terkontrol bagipertumbuhan suatu m.o untukmenghasilkan suatu
produk yg diinginkan.
ü Menyediakan
kondisi lingkungan yang cocok bagi mikrobia didalamnya untuk :
·
Menghasilkan biomassa
·
Menghasilkan enzim
·
Menghasilkan metabolit dsb.
ü Memberikan
lingkungan terkontrol bagi pertumbuhan mikroorganisme atau campuran tertentu
mikroorganisme untuk memperoleh produk yang diinginkan.
ü Bioreaktor
hendaknya mencegah kontaminasi produksi dr lingkungan pd kultur sambil mencegah
pelepasan kultur ke lingkungan.
ü Bioreaktor
sebaiknya memiliki instrumentasi untuk pemeriksaan agar terjadi pengawasan
proses optimum.
Persyaratan fermentor
modern
ü Dapat dioperasikan secara
aseptik
ü Aerasi dan
pengadukan memenuhi kebutuhan m.o dan tidak membunuh atau merusak produk
ü Suhu, pH dan
kecepatan pengadukan dapat diatur
ü Memiliki
sistem pengambilan contoh yg aseptik
ü Permukaan
bagian dalam harus rata atau tanpa lubang-lubang ukuran mikro
4.1
Jenis-jenis
Fermentor
Berdasarkan
bentuk substrat, fermentasi ada 2 macam :
Fermentasi substrat
padat,produk dari cara kerja ini tdk
terlalu banyak contohnya: tempe, jamur merang, tape,kompos. Fermentasi
substrat cair ,umumnya produk fermentasi
dihasilkandengan cara ini.
Sistem fermentasi
substrat cair
ü
Batch sederhana
ü
Fed batch
ü
Semi batch
ü
Kontinyu
Batch Sederhana
Inokulum
dan substrat dimasukkan sekaligus pada waktu awal dan proses fermentasi
berlangsung sampai waktu tertentu.
Contoh : asam cuka
Fed Batch
Inokulum
dimasukkan dan sebagian substrat (+/-10 % dari volume fermentor) dimasukkan ke
dalam fermentor. Sisa substrat (+/-90 %) dimasukkan kemudian secara bertahap.
Semi batch
Seperti
batch sederhana tetapi pada waktu panen yg diambil hanya 90 % dari hasi fermentasi,
sedang 10 % di tinggal dalam fermentor, lalu
ke dalam fermentor dimasukkan lagi substrat sebanyak 90 %.
Kontinyu
Substrat
dimasukkan secara kontinyu kedalam fermentor yg berisi m.o dan hasil fermentasi
dikeluarkan secara kontinyu.
Jenis
Fermentor berdasarkan pemasukan udara
ü Fermentor silinder
berpengaduk
ü Fermentor angkat udara
ü Fermentor vogel busch
Jenis
fermentor yg banyak digunakan adalah fermentor silinder berpengaduk
Fungsi
pengaduk
ü
Menggerakkan media
ü
Menyebarkan gas di dalam media
ü
Mencampur seluruh komponen media
Faktor
yg mempengaruhi fungsi pengadukan
ü
Jumlah dan pengaturan letak daun pengaduk
ü
Bentuk dan ukuran daun pengaduk
ü
Kecepatan putar pengadukan
Menurut Pujaningsih (2005), macam-macam
reactor adalah sebagai berikut :
1. Bioreaktor
tanki adukan (stirres tank bioreactor) udara disirkulasikan melalui medium yang
diaduk dengan impeller.
2. Biorekator
kolum gelembung (Bubble column bioreactor) udara dialirkan melalui sparger di
dasar bejana.
3. Bioreaktor
dengan pancaran udara (Airlift bioreactor) terdiri dari dua kolum yang
dimasukkan ke dalam kolum yang lain. Udara dipaksa masuk melewati pipa sehingga
udara dapat terpancar keatas dan medium ikut terbawa.
4. Bioreaktor
terkemas padat diisi dengan bahan padatan yang dapat menjaring mikrobia masuk
kedalamnya.
Menurut Andhiko (2008), Berdasarkan
proses penyebaran organisme dan media dalam bejana mengelompokkan jenis
fermentor ke dalam 3 grup :
1.
Reaktor
dengan agitasi internal.
Merupakan biorekator yang paling lazim digunakan di
berbagai industri fermentasi. Grup ini termasuk stirred tank reactor.
2.
Bubble
column bioreactor.
Merupakan bioreaktor paling sederhana. Terdiri dari
tabung panjang dengan beberapa sparger di bagian dasarnya.
3.
Loop
reactor.
Merupakan collumn reactor di tnana percampuran dan
sirkulasi diinduksi dengan alat-alat tertentu.
Berdasarkan penggunaan alat tersebut,
fermentor ini dikelompokkan atas tiga jenis:
1. Air
lift loop reactor .
2. Pro
peller’loop reactor.
3. Jet
loop reactor .
5.1
Bagian-bagian
Fermentor
Rancangan
dan kontroksi bioreaktor perlu diperhatikan tentang bejana harus dapat dioperasikan
dalam jangka waktu lama, serasi dan afitasi memadai untuk kelangsungan proses
metabolik mirkobia, sistem kontrol suhu, pH dan penambahan nutrien, bejana
harus dapat dicuci dan disterilisasi fasilitas sampling harus ada konsumsi
tenaga serendah mungkin, bahan kontroksi murah dan evaporasi diusahakan tidak
terlalu besar.
A. Kriteria
Dasar Dalam Desain Bioreaktor
ü Karakteristik
mikrobiologi dan biokimia dr sistem sel (mikrobia, mamalia, tumbuhan).
ü Karakteristik
hidrodinamik bioreaktor.
ü Karakteristik
massa dan panas bioreaktor.
ü Kinetika
pertumbuhan sel dan pembentukan produk.
ü Karakteristik
stabilitas genetis dr sistem sel
ü Desain
peralatan yg aseptis
ü Pengawasan
lingkungan bioreaktor (makro dan mikro)
ü Implikasi
desain bioreaktor pd pemisahan produk menghilir
ü Modal
dan biaya operasi bioreaktor
ü Potensi
pengembangan desain bioreaktor
B. Syarat
Fermentor adalah sebagai berikut
ü Tangki
dapat dioperasikan secara aseptik, agitasi dan aerasi
ü Energi
pengoperasian serendah mungkin
ü Temperatur
harus terkontrol
ü Kontrol
pH
ü Tempat
pengambilan sample
ü Penguapan
berlebihan dihindari
ü Tangki
didesain untuk meminimalkan tenaga kerja pemanenan, pembersihan dan perawatan
ü Peralatan
general: permukaan bagian dalam halus, dihindari banyak sambungan,
murah.rip-biotek-fermentasi.
C. Konstruksi
Fermentor
ü Bahan
fermentor dibuat tahan karat untuk mencegah kontaminasi logam/ion selama proses
ü Bahan fermentor harus tidak beracun &
tidak mudah terlarut, shg tdk menghambat pertumb.mikrobia
ü Bahan fermentor harus kuat utk sterilisasi
berulang kali pd tekanan uap tinggi
ü Sistem
stirer dari fermenter & lubang pemasukannya cukup, sehingga tidak mengalami
stress mekanik akibat terlampau rapat
ü Pemeriksaan
secara visual dari medium & kultur hrs tersedia, dibuat dari bahan
transparan.
D. Desain
dan Konstruksi Bioreaktor Harus Memperhatikan Beberapa Hal Yaitu
ü Bejana
dapat dioperasikan dalam keadaan aseptis untuk jangka waktu lama.
ü Aerasi
dan agitasi cukup memadai untuk kelangsungan proses metabolik mikrobia.
ü Konsumsi
tenaga serendah mungkin.
ü Sistim
kontrol temperatur, pH harus ada.
ü Fasilitas
untuk sampling harus ada.
ü Evaporasi
diusahakan tidak terlalu besar.
ü Bejana
harus dapat dicuci, dibersihkan dan mudah dipelihara, mempunyai
geometri yang sama baik untuk laboratorium maupun skala industri.
ü Dikonstruksi
dari bahan yang murah.
E. Karakteristik
Fermenter
ü
Fermentor anaerobik memerlukan alat
khusus kecuali untuk menghilangkan panas.
ü
Fermentor aerobik memerlukan alat untuk
mengaduk dan memberikan aerasi cukup.
ü
Konstruksi fermentor aerobik
ü
Tebuat dari baja anti karat.
ü
Berupa silinder besar, tertutup di
bagian atas atau bawah, dilengkapi pipa-pipa
BAB
III
PENUTUP
DAFTAR
PUSTAKA
3.
mizuc.blogspot.com
4.
ilmy.blog.com
5.
cwx.prenhall.com
6.
permimalang.files.wordpress.com
Comments
Post a Comment
terima kasih atas kritik dan saran menbangunnya