BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Serat Kasar merupakan residu dari bahan
makanan atau pertaniansetelah diperlakukan dengan asam atau alkali mendidih,
dan terdiri dari selulosa,dengan sedikit lignin dan pentosan. Serat kasar juga
merupakan kumpulan darisemua serat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, komponen
dari serat kasar iniyaitu terdiri dari selulosa, pentosa, lignin dan
komponen-komponen lainnya.
Komponen dari serat kasar ini tidak mempunyai
nilai gizi,akantetapi serat ini sangat penting untuk proses memudahkan dalam
pencernaan didalam tubuh agar proses pencernaan tersebut lancar (Peristaltic).
Pati dan serattergolong ke dalam karbohidrat, sedangkan karbohidrat terdiri
dari karbon,hydrogen, dan oksigen. Karbohidrat juga dikelompokkan menjadi 3 yaitu
:monosakarida, disakarida dan polisakarida. Monosakarida yang paling
pentingadalah glukosa, fruktosa dan galaktosa. Selain itu serat kasar ini tahan
terhadapreaksi hidrolisis yang merupakan penggabungan 2 buah monosakarida
yaknistruktur besar menjadi struktur kecil penggabungan akan dilepas oleh air
dankemudian dimasukkan air.
1.2 Manfaat
-
Mahasiswa
dapat mengetahui kandungan serat kasar pada beberapa bahan hasil pertanian yang
digunakan sebagai sampel.
-
Mahasiswa
dapat membandingkan kandungan serat kasar yang diperoleh pada saat praktikum
dengan kandungan serat kasar yang ada pada teori atau buku refrensi.
-
Jika
terjadi perbedaan, diharapkan mahasiswa tersebut mengetahui apa yang
menyebabkan terjadinya perbedaan hasil tersebut.
1.3 Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk menentukan
kandungan serta kasar pada beberapa bahan hasil pertanian.
1.4 Lokasi
dan Waktu Praktikum
Praktikum
ini dilakukan di Laboratorium FTP Kampus Unud Sudirman pada hari Sabtu, 8 Juni
2013, Pukul : 09.00 Wita – selesai.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Tempe
Kapang
yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa
sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat
pangan, kalsium,
vitamin
B dan
zat besi.
Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk
menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah
penyakit degeneratif.
Secara
umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang
yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga
terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada
fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu,
tempe terasa agak masam.
2.2 Kandungan Gizi Tempe
Secara umum, tempe mengandung berbagai
senyawa aktif antara lain sejumlah lemak, berbagai mineral baik itu makro
maupun mikro, protein nabati, serat pangan alami, karbohidrat, isoflavon,
beragam vitamin mulai yang larut dalam air sampai yang larut dalam minyak dan
masih banyak lagi lainnya.
Asam lemak pada tempe digolongkan ke dalam
kelompok Polyunsaturated Fatty Acids atau PUFA. Asam jenis ini merupakan asam
lematk tidak jenuh majemuk yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Asam lemak
tak jenuh ini diperoleh dari proses fermentasi tempe. Asam tersebut adalah
oleat dan linolenat. Kedua asam ini bekerja efektif dalam menurunkan kolesterol
serum dalam darah sehingga dampak negatif sterol bisa ditangkal.
Sementara itu kandungan gizi tempe juga
diperkaya dengan vitamin B kompleks yang terdiri dari B12 atau sianokobalamin,
B1 atau tiamin, B2 atau riboflavin, B6 atau piridoksin dan lain-lain. Yang
unik, kadnungan vitamin B12 tempe sangat tinggi dan mampu mencukupi kebutuhan
vitamin tubuh. Selain vitamin B kompleks, pada dasarnya tempe juga kaya akan
vitamin A, D, E dan juga K. Selain vitamin dan asam lemak, tempe juga diperkaya
dengan mineral antara lain kalsium, Fe atau zat besi, mangan, zink, fosfor,
inositol, magnesium dan lain-lain. Hal lain yang penting dari tempe adalah
keberadaan zat anti-oksidan yang populer disebut isoflavon. Zat ini sangat
ajaib sebab mampu melawan pengaruh radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1
Alat
·
Timbangan
analitik
·
Pipet
volume
·
Bowl
·
Kompor
listrik
·
Kertas
saring
·
Kertas
whatman no. 1
·
Corong
·
Cawan
petri
·
Pengering
·
Pendingin
balik (relux)
·
Parutan
·
Sendok
3.2
Bahan
·
Aquades
·
H2SO4
(asam sulfat) 0,225 N
·
NaOH
0,225 N
·
Alkohol
95 %
3.3 Cara
Kerja
1.
Siapkan
sampel sebanyak 1 gram (a)
2.
Tambahkan
H2SO4 (asam sulfat) 0,225 N sebanyak 0,5 ml
3.
Kemudian
didikan selama 30 menit
4.
Setelah
mendidih saring menggunakan kertas saring
5.
Bilas
dengan aquades panas sebanyak 50 ml
6.
Masukkan
residu yang ada di kertas saring ke dalam erlemeyer
7.
Tambahkan
NaOH 0,225 N sebanyak 50 ml
8.
Didihkan
lagi selama 15 menit
9.
Saring
kembali dengan kertas whatman yang telah ditimbang beratnya (b)
10. Ditambahkan aquades mendidih sebanyak 10 ml
11. Ditambahkan alkohol 95 % sebanyak 15 ml
12. Keringkan kertas residu dalam oven dengan
suhu 105o C selama ± 1 jam
13. Kemudian timbang (c)
BAB IV
HASIL DAN PENGAMATAN
4.1
Data Hasil Pengamatan
Data
Pengamatan Serat Kasar Tempe
|
Sampel
|
Berat
Sampel (g) (a)
|
Berat
Kertas Whatman (g) (b)
|
Berat
Kertas + Residu (g) (c)
|
Kadar
Serat (%)
|
|
B1
Tempe
|
1,00
|
0,7774
|
1,0380
|
26,06
|
|
B2
Tempe
|
1,00
|
0,8172
|
0,9157
|
9,85
|
|
B3
Tempe
|
1,00
|
0,8053
|
0,8858
|
8,05
|
|
B4
Tahu
|
1,00
|
0,8040
|
0,8130
|
0,87
|
|
B5
Tahu
|
1,00
|
0,7973
|
0,8204
|
2,31
|
|
B6
Tahu
|
1,00
|
0,7930
|
0,8234
|
3,06
|
Perhitungan Penentuan Kadar Serat Kasar Tempe :
Dik :
Berat
sampel (a) = 1,00 g
Berat
kertas whatman (b) = 0,7774 8
Berat
kertas residu (c) = 1,0380 g
Penyelesaian :
kadar serat kasar tempe = c - b : a x 100%
= 26,06 %
4.2
Pembahasan
Analisis Serat Kasar Tempe
Serat
kasar yang merupakan bahan residu dari bahan makanan dan pertanian juga
merupakan sisa-sisa sel tumbuhan yang tahan terhadap reaksi hidrolis
enzim-enzim saluran pencernaan. Komponen utama dari serat kasar adalah berupa
karbohidrat. Dilihat dari hasil praktikum yang menggunakan bahan tempe, dan
tahu hasil yang didapat adalah kadar serat kasar tertinggi untuk tempe yakni
26,06 %, sedangkan pada tahu 3,06 %. Kadar serat yang terdapat pada tempe
ternyata sangat tinggi dibandingkan dengan tahu.
Pada
percobaan tempe B1 kadar serat yang dihasilkan ternyata berbeda hal ini terjadi
karena saat pengovenan sampel dibiarkan dalam keadaan tertutup yang seharusnya
di buka, sehingga setelah di timbang berat kertas residunya menjadi sangat
berat dibandinkan dengan kelompok lainnya, oleh karena itu terdapat perbedaan
hasil akhir kadar serat dari tempe tersebut.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil praktikum ini maka dapat
disimpulkan bahwa :
1. Kadar serat yang terdapat pada tempe lebih
besar dari pada kadar serat pada tahu.
2. proses pengovenan yang salah mempengaruhi
hasil akhir.
3.Kadar serat kasar tertinggi untuk tempe yakni 26,06 %, sedangkan pada
tahu 3,06 %.
4.Serat kasar merupakan bahan makanan
pertanian yang merupakan sisa-sisa sel tumbuhan yang tahan terhadap reaksi
hidrolis enzim-enzim saluran pencernaan
Saran
Pada saat proses praktikum berlangsung
hendaklah cara kerja praktikum tersebut dipahami dengan baik agar praktikum
tersebut berjalan dengan baik. Kemudian jagalah alat-alat yang ada dalam
praktikum karena alat-alat tersebut juga sangat menentukan terlaksananya
praktikum atau tidak.
DAFTAR PUSTAKA
id.wikipedia.org/wiki/Tempe,
diakses pada : 8 Juni 2013, 5:26 PM
Comments
Post a Comment
terima kasih atas kritik dan saran menbangunnya