BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Member oriflame sudah begitu banyak sekali di
seluruh indonesia, bahkan di bali. Banyak yang berhasil, tapi lebih banyak lagi
yang gagal. Mereka gagal bukan karena perusahaannya yang tidak baik. Meskipun
perusahaannya bagus tapi jika seseorang yang bekerja didalamnya tdk mau tekun,
sama saja tidak berhasil.
Training ini dilaksanakan karena hal tersebut.
Banyak sekali yang gagal karena kesalahan yang sebenarnya ada pada diri mereka
masing-masing.
1.2
TUJUAN
Training ini bertujuan untuk memberikan kesadaran
dan motivasi dalam diri setiap consultan betapa pentingnya kemampuan bertahan
dalam bisnis ini (Endurance).
1.3
MANFAAT
Training ini dilaksanakan dengan harapan agar para
member oriflame dibawah naungan grup M3Network memahami betapa pentingnya
kemampuan bertahan dalam bisnis ini (Endurance), dan sebagai motivasi untuk
menjalankan bisnis oriflame ini.
1.4
WAKTU DAN LOKASI TRAINING
Training ini
dilaksanakan secara online di media sosial fecebook pada hari Rabu, 2 Januari
2013 jam 20.00-22.00 Wita, trainernya adalah Rista Anggarini dan Angga Santoso.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
JUDUL
“Belajar Menjalankan
Bisnis Oriflame dari Pemain Sepak Bola”
B.
HASIL YANG SAYA DAPATKAN
Mengerjakan
bisnis oriflame ini harus mempunyai endurance yang tinggi sepeti halnya pemain
sepak bola. Pekerjaan mereka adalah itu-itu saja. Latihan fisik, latihan
menendang tendangan penjuru, latihan menendang tendangan penalti, latihan
mengocek lawa, latihan menggiring bola selama mungkin, latihan mengoper bola ke
teman satu tim, latihan memahami bahasa rekan satu tim, dll.
Namun
tidak semua pemain sepak bola yang bisa sejago, seterkenal dan sekaya Lionel
Messi, David Beckham dan Christiano Ronaldo dan yang lainnya.
Sesungguhnya
bakat adalah 10% dari apa yang mereka capai, namun 90% adalah hasil kerja keras
mereka yang konsisten. Endurance ! kemampuan mereka bertahan. Jika mereka
berhenti berlatih disaat mereka belum jago membuat tendangan pisang, jika
mereka belum jago menguasai semua teknik-teknik di sepak bola, tidak mungkin
mereka bisa menjadi seperti sekarang .
Begitupun
dengan Oriflame. Oriflame adalah bisnis yang pekerjaannya itu-itu saja. Hanya
saja dibedakan oleh tanggung jawab yang mereka pegang. Saat di level consultan
sampai 9% kita hanya perlu rajin menghadiri training, rajin mengundang teman,
menjadi leader bagi diri sendiri dan menunjukkan rasa excited kita dibisnis
ini. Saat ada di level manager 12% - 18% tetap melakukan pekerjaan saat di
level consultan tapi harus mulai memberikan dan memimpin training-training.
Belajar menjadi leader orang lain. Saat di level senior manager tugasnya harus
lebih baik darpada manager. Saat telah sampai di level director and up akan
memiliki tanggung jawab yang yg lebih lagi ke banyak orang. di grupnya.
Untuk
mencapai semua level itu tentunya butuh perjuangan, semuanya juga berawal dari
tidak langsung bisa. Maka dari itu perlu proses untuk belajar, kalau gagal ya
coba lagi, coba lagi dan lagi. Seperti kita dulu yang baru belajar jalan,
kadang jatuh, tapi kita bangkit lagi, akhirnya bisa lari, bisa naik motor,
bahkan bisa sms sambil mengendarai motor.
Jadi
nikmatilah mengerjakan oriflame seperti main game playstation. Harus mulai di
level awal, agar mampu mencapai level selanjutnya. Jika menemukan kesulitan
saat mengerjakan bisnis oriflame, tanyakanlah pada upline-upline yang sudah
lebih tahu bagaimana seluk beluk mengerjakan bisnis ini.
Jika
ingin menikmati hasil yang luar biasa di bisnis oriflame, maka kita harus
memiliki endurance yang tinggi, harus konsisten, tidak mudah menyerah pada
penolakan, mandiri, selalu membekali diri dengan ilmu-ilmu yang diberikan
upline, dan yang paling penting selalu peluk erat impiannya.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari training ini dapat disimpulkan
bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis tidaklah mudah. Akan ada banyak
rintangan yang harus dihadapi, maka dari itu kita tidak boleh putus asa,
sehingga kita tidak gagal dan tidak mengulang dari awal lagi untuk itu. Dan
tentu kita harus memotivasi diri serta harus memiliki endurance yang tinggi,
harus konsisten, tidak mudah menyerah pada penolakan, mandiri, selalu membekali
diri dengan ilmu-ilmu yang diberikan upline, dan yang paling penting selalu
peluk erat impiannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Comments
Post a Comment
terima kasih atas kritik dan saran menbangunnya